Lantik Pengurus DMI Gowa, Bekas Pangdam Tekankan Pengembangan Fungsi Masjid
DMI GOWA--- Ketua DMI Sulsel, Andi Bau Sawa Mappanyukki melantik pengurus DMI Gowa di Baruga Tinggimae, Senin (16/2/2026)--
HARIAN DISWAY,GOWA----Pengurus Dewan Masjid Indonesia atau DMI Kabupaten Gowa masa khidmat 2026-2031 resmi dilantik. Pelantikan dilakukan oleh Ketua DMI Sulsel, Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki di Baruga Tinggimae, Rujab Bupati Gowa Senin (16/2/2026).
Sebanyak 143 orang pengurus DMI Gowa melakoni pelantikan. Terdiri dari pembina, penasihat, dewan pakar, ketua dan pengurus/kepala bidang beserta anggota.
DMI Gowa masa khidmat 2026-2031 itu dinakhodai oleh Sitti Husniah Talenrang. Sebelumnya, Bupati Gowa itu terpilih aklamasi dalam Musda DMI Gowa beberapa waktu lalu. Sementara posisi Sekretaris DMI Gowa dipercayakan kepada Kepala BPN. Sedangkan, bekas Plt Perseroda, Ardiansyah Arsyad diplot sebagai Bendahara DMI Gowa.
Ketua DMI Sulsel, Andi Bau Sawa dalam sambutannya menekankan pengembangan fungsi masjid, baik dalam bidang sosial maupun ekonomi. Bekas Pangdam XIV Hasanuddin itu menyampaikan DMI hadir untuk memakmurkan masjid dan jamaahnya.
“Yang paling utama adalah memperhatikan manajemen masjid yang transparan agar pengelolaan masjid bisa terlaksana dengan baik. Ini tugas kita semua selaku DMI dan data base masjid harus ada per kabupaten, mulai dari desa/kelurahan,” imbuh Bau Sawa.
Pada kesempatan itu dirinya mengimbau agar DMI Gowa mulai mempersiapkan seluruh masjid yang ada dalam menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.
"Bulan suci yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim segera tiba. Saya harap, pengurus DMI Gowa memperkuat kolaborasi dalam mempersiapkan masjid dengan baik dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah di masjid selama ramadan," tukasnya.
Ketua DMi Gowa Masa Khidmat 2026-2031, Sitti Husniah Talenrang menegaskan, memakmurkan masjid, khususnya menjelang ramadan 1447 Hijriah menjadi langkah awal kolaborasi antara pemerintah daerah dan DMI di awal tahun ini.
“Ini langkah awal kita di 2026 khususnya jelang ramadan. Ada 3.000an masjid dan mushollah yang ada di Gowa. Melalui program pemerintah dan DMI yang kita kolaborasikan, kita harus menjadikan penduduk Gowa bukan hanya berkumpul di masjid untuk sholat atau berdakwah tapi juga tempat silaturahmi dan membangun ekonomi umat demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gowa,” ungkapnya.
Bupati perempuan itu menyebut, DMI merupakan wadah yang bisa dimanfaatkan bersama untuk masyarakat dan masjid itu sendiri, salah satu yang bisa dilakukan yakni membuat amal usaha agar dalam pengelolaan masjid bisa terus dilakukan dan berdampak terhadap ekonomi masyarakat sekitar.
“Kami tadi sudah dilantik, saya yakin orang didalamnya memiliki ilmu yang mumpuni untuk memakmurkan masjid yang berdampak terhadap masyarakat kita. Kami yakin kolaborasi pemerintah dan DMI akan terlaksana dengan baik,” jelasnya.
Olehnya ia berharap DMI dan pemerintah mampu terus berkolaborasi serta melek terhadap program pemerintah, termasuk program pengentasan kemiskinan, sehingga DMI Gowa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(rus)
Sumber:

