PKB Sulsel Bentuk Tim 5, Matangkan Persiapan Muscab
--
DISWAY SULSEL - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan membentuk tim 5 atau tim penataan untuk mempersiapkan Musyawarah Cabang Kabupaten/Kota. Tim 5 tersebut tidak melibatkan Ketua, Bendahara dan Sekretaris.
Ketua PKB Sulsel, Azhar Arsyad, mengatakan pembentukan tim 5 sebagai bagian dari konsolidasi menyeluruh menghadapi Pemilu 2029.
Azhar Arsyad menyampaikan, 2026 menjadi momentum bagi PKB untuk fokus memperkuat struktur internal partai, khususnya di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
Azhar menyebut, Tim 5 diisi oleh Anggota DPR RI Syamsu Rizal sebagai Koordinator, Anggota DPRD Sulsel Zulfikar Limolang, mantan Anggota DPRD Sulsel Wawan Mattaliu, mantan Ketua PW GP Ansor Sulsel Rusdi dan Nasra Hasse aktivis PMII.
“Di 2026 ini, PKB fokus penataan struktur. Nanti Tim 5 yang bekerja. Kita bagi enam zona untuk melakukan konsolidasi di tingkat DPC dan mengidentifikasi apa yang terjadi di masing-masing daerah,” ujar Azhar kepada wartawan di Kantor PKB Sulsel di jalan Prof Abdurrahman Basamalah, Makassar, Selasa, (17/2/2026).
Tim 5 juga bertugas memetakan potensi kepemimpinan di daerah serta mengevaluasi kinerja struktur partai.
Azhar menegaskan, PKB merupakan partai terbuka. Siapa pun yang berminat menjadi Ketua DPC dipersilakan untuk mendaftar. Setiap kandidat yang terjaring akan dibahas dalam pleno di tingkat DPW sebelum ditetapkan di DPP.
“Penetapan kandidat di DPP. DPP bisa menambah dan bisa mencoret nama. Setelah itu akan dilakukan tes Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) pertama oleh pihak ketiga. Kita masih berkomunikasi dengan perguruan tinggi untuk proses itu,” jelasnya.
Selanjutnya, UKK kedua akan dilakukan oleh DPP dengan mempertimbangkan hasil UKK pertama. Nama-nama yang lolos akan dibawa ke Musyawarah Cabang (Muscab) untuk ditetapkan.
Terkait evaluasi kinerja Ketua DPC, Azhar menyebut model evaluasi salah satu indikatornya melihat capaian kursi legislatif. Namun, ia menegaskan penilaian tidak semata-mata berdasarkan naik atau turunnya jumlah kursi, melainkan ada beberapa faktor lain, termasuk kedekatan dengan media.
“Kalau kursinya turun, itu dievaluasi kenapa. Penting pihak ketiga dilibatkan agar objektif. Kita ingin menemukan orang-orang yang siap menghadapi Pemilu 2029. Semua indikator dihitung, bukan hanya soal kursi,” tegasnya.
PKB Sulsel juga mulai menyiapkan regenerasi kepemimpinan di tingkat bawah. Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) nantinya diupayakan berasal dari kalangan usia sekitar 30 tahun sebagai respons terhadap dinamika demografi Indonesia yang didominasi generasi muda.
Tak hanya itu, isu lingkungan juga menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi kepemimpinan. PKB, kata Azhar, tengah mencari figur-figur yang mampu merespons tantangan masa depan, termasuk kompetisi politik yang semakin ketat.
“Sekarang partai semakin banyak dan ada kecenderungan sebagian pihak menghalalkan segala cara. PKB ingin menyiapkan pemimpin yang siap menghadapi tantangan itu,” jelasnya.
Sumber:

