DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

Dari Pantai Bersih Menuju Karakter ASRI: Aksi Nyata KKN Bacukiki Barat

Dari Pantai Bersih Menuju Karakter ASRI: Aksi Nyata KKN Bacukiki Barat

Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan VII Institut Andi Sapada Posko Kecamatan Bacukiki Barat langsung merespons dengan turun ke lapangan mendukung aksi bersih pantai bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Parep--

 

DISWAY, SULSEL - Berangkat dari terbitnya Surat Edaran Wali Kota Parepare Nomor 600.4/27/DLH tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan VII Institut Andi Sapada Posko Kecamatan Bacukiki Barat langsung merespons dengan turun ke lapangan mendukung aksi bersih pantai bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Parepare.

Kegiatan kerja bakti tersebut dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026, di salah satu kawasan pesisir Kota Parepare yang telah ditetapkan sebagai titik rutin pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI. Sejak pagi hari, mahasiswa KKN bersama unsur pelaksana kegiatan telah bersiap di lokasi untuk mengikuti rangkaian aksi bersih pantai yang dijadwalkan tanpa mengganggu pelayanan publik dan aktivitas warga sekitar.

 

Fokus utama aksi ini adalah pembersihan kawasan pantai serta penataan lingkungan sekitar sebagai wujud dukungan nyata mahasiswa terhadap program pemerintah dalam mewujudkan kota yang aman, sehat, resik, dan indah. Melalui kegiatan ini, KKN Posko Bacukiki Barat berupaya membantu menciptakan ruang publik yang lebih layak, nyaman, dan estetis bagi masyarakat maupun pengunjung pantai.

 

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Posko Bacukiki Barat dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok diberi tanggung jawab menyisir garis pantai dari area berpasir hingga ke sekitar dermaga yang selama ini dikenal sebagai titik akumulasi sampah kiriman dan sampah aktivitas harian warga. Para mahasiswa tampak sigap mengumpulkan sampah yang berserakan menggunakan karung dan kantong besar yang telah disediakan panitia. Sampah yang terkumpul kemudian dipindahkan ke titik pengumpulan akhir yang telah ditetapkan, sebelum diangkut oleh petugas kebersihan sesuai mekanisme pengelolaan sampah kota.

 

Selain sampah plastik, kertas, dan anorganik lainnya, mahasiswa juga menyingkirkan puing-puing serta benda tak terpakai yang berpotensi membahayakan pengunjung pantai. Langkah ini ditempuh untuk memastikan kawasan pesisir tidak hanya bersih secara visual, tetapi juga aman bagi aktivitas rekreasi, olahraga, maupun kegiatan ekonomi masyarakat setempat. Kayu-kayu besar, ranting, dan material lain yang sebelumnya berserakan di tepian pantai diangkat secara gotong royong oleh para mahasiswa. Upaya tersebut membuat jalur pejalan kaki di sepanjang pesisir menjadi lebih lapang dan mengurangi risiko tergelincir atau tersandung bagi warga yang memanfaatkan pantai sebagai ruang publik sehari-hari.

 

Dalam kegiatan, tampak sejumlah mahasiswa mengangkat karung-karung besar berisi sampah dengan penuh semangat dan saling menyemangati. Pemandangan ini mencerminkan bahwa gerakan “Indonesia Asri” dimaknai mahasiswa bukan sekadar kewajiban program KKN, melainkan sebagai tanggung jawab moral terhadap keberlanjutan lingkungan pesisir.

 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Bacukiki Barat, Ardiansyah Arifuddin, S.Stp., M.Si., yang datang memantau jalannya kerja bakti sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Kehadirannya mempertegas peran kecamatan sebagai garda terdepan dalam mengoordinasikan pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI di wilayahnya sesuai arahan pemerintah pusat dan daerah. Camat menyampaikan apresiasi atas sinergi antara ASN, mahasiswa KKN, dan masyarakat yang bahu-membahu membersihkan kawasan pesisir.

 

Keinan William, yang bertindak sebagai koordinator KKN Posko Bacukiki Barat, menjelaskan bahwa program kebersihan lingkungan sejak awal telah ditempatkan sebagai salah satu prioritas utama kelompoknya. Ia bersama tim menilai bahwa dukungan terhadap gerakan nasional ini menjadi pintu masuk strategis untuk membangun kesadaran ekologis di tingkat komunitas. Sebelum pelaksanaan kegiatan, Keinan dan rekan-rekan melakukan pemetaan awal bersama warga dan perangkat kelurahan untuk mengidentifikasi masalah utama di wilayah pesisir. Dari proses tersebut, mereka menemukan bahwa persoalan sampah dan penataan lingkungan adalah tantangan dominan yang perlu dijawab melalui kolaborasi lapangan yang berkelanjutan.

 

Keterlibatan aktif mahasiswa KKN Posko Bacukiki Barat dalam kerja bakti ini menjadi media pembelajaran sosial yang sangat penting. Mahasiswa berhadapan langsung dengan realitas pengelolaan sampah, mulai dari kebiasaan pembuangan sampah masyarakat hingga keterbatasan sarana dan prasarana pendukung kebersihan yang dimiliki kawasan pesisir. Dari pengalaman tersebut, mahasiswa menyadari bahwa menjaga kebersihan lingkungan tidak cukup dilakukan dengan mengumpulkan sampah pada satu waktu. Upaya ini harus diiringi perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat dalam memperlakukan pantai serta ruang publik lain sebagai bagian dari rumah bersama yang perlu dijaga.

 

Saat dihubungi terpisah, Dosen Pembimbing Lapangan KKN, Bapak Muh. Akbar Fahd Syahril, M.H., menegaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam Gerakan Indonesia ASRI merupakan bentuk nyata transformasi KKN sebagai wahana pengabdian yang berorientasi pada solusi. Menurutnya, KKN tidak lagi cukup hanya diwujudkan melalui program administratif yang sifatnya seremonialji, tapi harus juga menyentuh langsung persoalan lingkungan dan sosial yang dihadapi masyarakat di tingkat tapak. KKN harus begitu.

 

Pada kesempatan lain, Dosen Pembimbing Lapangan, Bu Dr. Mulyana Machmud, S.E., M.Ak., menjelaskan bahwa pantai yang bersih dan tertata tidak hanya berdampak pada keindahan lanskap. Kondisi tersebut juga mencerminkan kualitas tata kelola ruang publik, tingkat kepedulian kolektif masyarakat, serta komitmen bersama dalam menjaga kesehatan dan keselamatan warga di kawasan pesisir. Ia menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam membersihkan sampah, menata kembali area pantai, dan mengedukasi warga merupakan implementasi konkret dari kompetensi yang mereka peroleh di bangku kuliah. Lebih jauh, Dr. Mulyana menegaskan bahwa ilmu yang dikuasai mahasiswa baru menemukan makna sejatinya kalua itu dihadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan nyata Masyarakat sekitar.

 

Dengan terjun langsung dalam kerja bakti, mahasiswa belajar mengintegrasikan pendekatan akademik dengan empati sosial dan kemampuan komunikasi partisipatif. Mereka juga dilatih untuk mengorganisasi warga dan pemangku kepentingan lokal agar bergerak bersama, sehingga solusi yang dibangun tidak bersifat sementara, melainkan memiliki peluang berkelanjutan.

Pada hari yang sama, Dosen Pembimbing lainnya,Bu Hamida Hasan, S.E., M.Si., Ak, menekankan bahwa KKN Posko Bacukiki Barat yang dikoordinatori oleh Keinan William ini bisa menunjukkan contoh praktik baik kepemimpinan mahasiswa di lapangan. Ia menyoroti bagaimana koordinasi internal yang baik, kemampuan membangun jejaring dengan berbagai pihak, serta kesediaan untuk bekerja keras di bawah terik matahari menjadi modal penting bagi perkembangan karakter dan profesionalitas mahasiswa. Menurut Hamida, pengalaman terlibat dalam Gerakan Indonesia ASRI akan jadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk memahami bahwa isu lingkungan tidak bisa diselesaikan hanya dengan regulasi atau kebijakan tertulis. Diperlukan perubahan cara pandang dan pola hidup masyarakat, sehingga ia mendorong mahasiswa untuk menjadikan kegiatan ini sebagai inspirasi untuk mengembangkan program lanjutan yang berfokus pada edukasi, pengurangan sampah, dan penguatan partisipasi warga.

Para dosen pembimbing secara keseluruhan mengapresiasi semangat mahasiswa yang tetap menjaga etos kerja meskipun kegiatan berlangsung cukup lama dan menguras energi. Mereka berharap nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian yang lahir melalui kegiatan lapangan seperti ini dapat terus dibawa mahasiswa ke dalam kehidupan akademik maupun berbagai aktivitas sosial di masa mendatang.

 

Gerakan Indonesia ASRI yang melibatkan mahasiswa KKN Angkatan VII Institut Andi Sapada di Posko Kecamatan Bacukiki Barat pada akhirnya tidak hanya menghasilkan pantai yang lebih bersih dan tertata. Melalui kepemimpinan Keinan William sebagai koordinator posko, dukungan penuh dari Camat Bacukiki Barat Bapak Ardiansyah Arifuddin, S.Stp., M.Si., serta pendampingan intensif para dosen pembimbing, kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi ruang pembentukan karakter, profesionalitas, dan kesadaran ekologis mahasiswa secara berkelanjutan.

Sumber: