DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

Kader NU dan Alumni Pesantren Sulsel Nahkodai IAIN Bone serta Parepare

Kader NU dan Alumni Pesantren Sulsel Nahkodai IAIN Bone serta Parepare

--

DISWAY, SULSEL – Gerbong kepemimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) resmi berganti. Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik tujuh pimpinan perguruan tinggi di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (11/5/2026). Dari tujuh nama tersebut, dua figur asal Sulawesi Selatan menjadi sorotan karena akar kultural dan intelektual mereka yang kuat di organisasi Nahdlatul Ulama (NU) serta pesantren besar di Sulawesi Selatan.

 

Prof. Dr. Lukman Arake, Lc., M.A. resmi dilantik menjabat sebagai Rektor IAIN Bone, sementara Prof. Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd. mencatatkan sejarah baru sebagai rektor perempuan pertama di IAIN Parepare.

 

Representasi Kekuatan Pesantren

Naiknya Lukman Arake ke tampuk pimpinan IAIN Bone dipandang sebagai keberhasilan kaderisasi lembaga pendidikan lokal. Lukman merupakan alumni Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Polman, salah satu rahim intelektual terbesar di Sulawesi Selatan dan Barat. Berbekal latar belakang pendidikan Timur Tengah dan kedalaman ilmu khas santri, ia diharapkan mampu membawa IAIN Bone bertransformasi menjadi universitas dengan tetap menjaga marwah keislaman yang moderat.

 

Di sisi lain, Prof. Darmawati membawa warna baru di IAIN Parepare. Sebagai aktivis tulen yang besar di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan kini aktif di Muslimat NU Parepare, keterpilihannya membuktikan bahwa kader perempuan NU memiliki kompetensi manajerial yang mumpuni di level pendidikan tinggi. Darmawati adalah representasi dari perpaduan nilai As'adiyah dan semangat juang aktivis perempuan Nahdliyin.

 

Mandat 'Menteri Agama' di Kampus

Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar memberikan pesan yang sangat tajam. Ia meminta para pimpinan PTKN tidak hanya menjadi administrator, tetapi juga menjadi simbol moral dan representasi "Menteri Agama" di wilayahnya masing-masing.

 

"Pahami fungsi Anda sebagai penanggung jawab totalitas institusi. Miliki diri Anda sendiri, jangan dimiliki oleh siapa pun atau kepentingan apa pun," tegas Nasaruddin.

 

Selain integritas moral, Menag juga menitipkan mandat teknis yang berat bagi kedua rektor baru ini:

 

Akselerasi Status: Mendorong IAIN Bone dan Parepare segera memenuhi syarat menjadi universitas (UIN).

 

Kepatuhan Regulasi: Mewajibkan penguasaan tata kelola keuangan negara guna menjamin kampus bersih dari pelanggaran prosedur.

 

Peningkatan Akreditasi: Menag mewanti-wanti agar kualitas akademik minimal dipertahankan, dan sebisa mungkin dipacu untuk naik kelas.

 

Simbol Kebangkitan Lokal

Hadirnya kader NU, alumni DDI, dan As'adiyah di posisi strategis PTKN ini memberikan sinyal kuat mengenai arah kebijakan Kementerian Agama di bawah Nasaruddin Umar. Menag tampak ingin memastikan bahwa pimpinan perguruan tinggi Islam memiliki sanad keilmuan yang jelas dan akar organisasi yang kuat, sehingga mampu membentengi kampus dari ideologi ekstrem sekaligus cakap dalam mengelola birokrasi modern.

 

Pelantikan ini disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno, serta sejumlah pejabat Eselon I lainnya. Kini, beban berat ada di pundak Lukman dan Darmawati untuk membuktikan bahwa produk asli pesantren Sulawesi Selatan mampu membawa perubahan signifikan di kancah nasional.

Sumber: