Simulas SPMB Makassar Diperpanjang, Sekolah Diminta Segera Laporkan Data Ke Kementerian Pendidikan
Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana.--
DISWAY, SULSEL- Pelaksanaan simulasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Makassar masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan orang tua murid ialah Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) anak tidak ditemukan saat proses pendaftaran pada sistem.
Pemerintah Kota Makassar menyebut persoalan tersebut dipicu keterlambatan pelaporan data siswa oleh sejumlah sekolah ke Kementerian Pendidikan. Akibatnya, data peserta didik belum sepenuhnya tersinkronisasi dalam sistem digital SPMB yang terintegrasi melalui aplikasi Lontara+.
Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi terkait kendala tersebut.
“Kami sudah melakukan investigasi terkait permasalahan NISN yang tidak ditemukan ketika orang tua memasukkan data anaknya. Data NISN yang kami gunakan berasal dari Kementerian Pendidikan. Jadi sekolah-sekolah di Makassar wajib melaporkan data siswanya terlebih dahulu ke kementerian,” ujar Gita, Jumat, 13/5/2026
Menurut dia, sistem SPMB memperoleh data langsung dari Kementerian Pendidikan. Setelah sekolah melakukan pelaporan, data tersebut akan diperbarui secara otomatis pada sistem digital Lontara+.
Karena itu, Pemkot Makassar saat ini tengah mendata sekolah-sekolah yang belum memperbarui data siswa agar segera melakukan pelaporan.
“Saat ini kami masih mendata sekolah-sekolah di Makassar yang belum melaporkan datanya. Nantinya, sekolah-sekolah tersebut akan kami dorong agar segera melakukan pembaruan data sehingga seluruh siswa dapat mengikuti proses SPMB dengan lancar,” ungkapnya
Gita mengakui simulasi SPMB yang berlangsung pada 13–14 Mei 2026 masih menemukan sejumlah kendala teknis. Oleh sebab itu, masa simulasi untuk jenjang TK, SD, dan SMP diperpanjang hingga 21 Mei 2026.
Selain persoalan NISN, kata dia, banyak masyarakat juga masih mengalami kebingungan terkait mekanisme login menggunakan NISN.
Ia menjelaskan, calon siswa yang NISN-nya telah terdaftar di Kementerian Pendidikan dapat langsung memperoleh username dan password untuk masuk ke sistem. Sementara itu, peserta yang datanya belum terdaftar harus melakukan pendaftaran awal dengan mengisi formulir.
“Masih banyak masyarakat yang bingung. Karena itu, kami menyesuaikan alur login agar lebih mudah dipahami pengguna. Setelah menerima banyak masukan, kami mencoba membuat sistem yang lebih human-sentris,” jelasnya.
Untuk meminimalkan kebingungan pengguna, tim pengembang juga terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap alur sistem berdasarkan masukan masyarakat.
Simulasi SPMB ini mencakup jenjang TK, SD, dan SMP. Mekanisme login maupun pendaftaran disesuaikan dengan masing-masing jenjang pendidikan. Formulir pendaftaran juga telah mengakomodasi sistem zonasi berbasis domisili sehingga masyarakat dapat memahami lebih awal mekanisme seleksi berdasarkan lokasi tempat tinggal.
Di sisi lain, Pemkot Makassar juga mengantisipasi potensi gangguan server akibat lonjakan jumlah pengguna saat proses pendaftaran berlangsung. Salah satu langkah yang dilakukan ialah memisahkan server berdasarkan jenjang pendidikan.
“Jika banyak pengguna masuk secara bersamaan, kami bisa meminimalkan risiko server down. Selain itu, kami juga sudah melakukan pen-test sebanyak tiga kali dengan simulasi jumlah pengguna yang besar. Jika seluruh tahapan lolos, insyaallah sistem mampu menampung pengguna dalam jumlah besar tanpa kendala,” tutup Gita.
Sumber:


