DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

Kadir Halid - Usman Marham Ajak Kader Jaga Solidaritas Internal Jelang Musda Golkar Sulsel

Kadir Halid - Usman Marham Ajak Kader Jaga Solidaritas Internal Jelang Musda Golkar Sulsel

--

DISWAY SULSEL - Di tengah ketidakpastian jadwal Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan  dan tingginya suhu persaingan para kandidat bakal calon Ketua DPD I dikhawatirkan  internal terbelah. Apalagi sejumlah pemilik suara sudah 'All In' mendukung kandidat tertentu. 

Plt Ketua Harian Golkar Sulsel,  Kadir Halid,  mengajak  kepada seluruh kader Golkar untuk tetap tenang dan menjaga soliditas internal.

 “Saya harapkan kepada seluruh kader Golkar Se-sulsel agar tetap tenang dan tetap jaga soliditas. Kita tunggu jadwal dari DPP,  Pak Ketua Plt Muhiddin terus berkoordinasi dengan DPP terkait Musda Golkar Sulsel. Insya Allah, pak Muhiddin selalu memberikan yang terbaik untuk Sulsel," ujar adik Nurdin Halid itu kepada wartawan baru - baru ini.

 Ketua Komisi D DPRD Sulsel itu meminta kepada seluruh kader untuk memberikan  kepercayaan  kepada Ketua Plt Golkar Sulsel untuk pelaksanaan Musda.

“Pak Muhiddin itu paham betul anatomi politik di Sulsel, jadi Insya Allah beliau akan memutuskan yang terbaik untuk Sulsel bersama DPP, saya harap teman-teman bersabar dan tetap jaga soliditas,” jelasnya. 

Belakangan ini beredar kabar, bawah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah mengerucutkan  dua nama kandidat ketua, yakni Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Andi Ina Kartika Sari. Padahal, dukungan akar rumput solid kepada Munafari 'Appi' Arifuddin.  Tercatat 21 DPD II  telah menyatakan dukungan kepada Appi.

Apalagi di antara calon Ketua Golkar Sulsel,  Appi dianggap figur yang layak. Mampu memenangkan Golkar di Makassar dan memiliki loyalitas tinggi dibanding kandidat lainnya. 

Misalnya,  Ilham Arief Sirajuddin, memiliki catatan tersendiri bahwa pernah pindah partai dan kasus korupsi nya kembali menjadi perbincangan yang hangat dan dikaitkan dengan kriteria Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela (PDLT) Golkar.

Kemudian Andi Ina Kartika Sari, turut dikaitkan dalam kasus hukum  dugaan korupsi pengadaan bibit nanas Pemprov Sulsel terus dikaitkan dengan Andi Ina.

“Seharusnya kita bersatu di Musda ini. Jangan saling menjatuhkan. Kita sebagai kader tidak boleh bercerai-berai,” ujar  Usman pada Kamis, 14 Mei 2026  terkait mengerucutnya kandidat dan munculnya berbagai spekulasi politik yang menyertai dinamika Musda.

“Kalau sudah mengarah ke isu-isu seperti itu, itu bukan semangat Musda. Golkar harus tetap dalam satu garis konsolidasi,” tegas Usman.

Adik Idrus Marham ini menuturkan bahwa agenda Musda Golkar Sulsel ini  seharusnya menjadi momentum mempersatukan seluruh kader  untuk menyambut Pemilu 2029.

Saat ditanya terkait kemungkinan adanya kader lain yang maju serta sikap Usman Marham sendiri  dinilai belum mengambil posisi terbuka dalam kontestasi Musda, ia hanya merespons santai.

"Memang belum ada sinyal (maju di Musda) dari Plt Ketua Golkar Sulsel. Tidak mungkin saya melakukan langkah politik tanpa arahan dari Plt Ketua Golkar Sulsel, Kanda Muhidin," tegasnya.

Sumber: