Dishub Makassar Segera Soft Launching Pete-pete Laut Siap Layani Warga Kepulauan Makassar
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza.--
DISWAY, SULSEL — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan melaksanakan soft launching layanan Pete-pete Laut di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, pada Jumat (12/6/2026).
Peluncuran perdana tersebut menjadi langkah awal pengoperasian transportasi laut yang diproyeksikan melayani mobilitas warga kepulauan, khususnya pelajar, tenaga kesehatan, guru, dan masyarakat umum.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, mengatakan peluncuran perdana akan dipusatkan di Pulau Barrang Lompo dan dirangkaikan dengan kunjungan kerja Wali Kota Makassar bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Sesuai arahan pimpinan, nanti soft launching dilakukan di Barrang Lompo. Rombongan akan berangkat dari daratan menuju Barrang Lompo dan seremoni peluncuran dilaksanakan di sana,” ujar Rheza.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum peluncuran layanan transportasi laut, tetapi juga dirangkaikan dengan sejumlah program pelayanan pemerintah bagi masyarakat kepulauan.
Beberapa OPD dijadwalkan ikut dalam kunjungan tersebut, di antaranya Dinas Pendidikan yang akan menyerahkan bantuan beasiswa, dinas terkait yang menyalurkan bantuan bibit, serta pelayanan dari sejumlah perangkat daerah lainnya.
Usai seremoni, rombongan akan melakukan uji coba pelayaran menuju Pulau Bonetambung menggunakan Pete-pete Laut.
“Setelah launching, kita trial ke Bonetambung. Di situlah rombongan akan naik Pete-pete Laut untuk merasakan langsung pelayanan dan operasional kapal ini,” katanya.
Selain itu, Wali Kota Makassar juga dijadwalkan meninjau lokasi rencana pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) di Pulau Barrang Lompo serta mengecek sejumlah kebutuhan infrastruktur di kawasan kepulauan.
Untuk tahap awal, Pete-pete Laut akan melayani rute Barrang Lompo–Bonetambung menggunakan satu unit kapal dengan kapasitas angkut sekitar 25 hingga 30 penumpang.
“Masih satu unit dulu yang kita operasikan. Kapasitasnya sekitar 25 sampai 30 orang,” jelas Rheza.
Ia mengungkapkan operasional layanan tersebut masih bersifat uji coba karena keterbatasan anggaran, khususnya untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). Karena itu, frekuensi pelayaran sementara direncanakan hanya sekali dalam sepekan.
“Ini masih soft launching karena belum ada anggaran khusus. Kita menggunakan anggaran operasional kapal yang ada saat ini. Untuk sementara mungkin sekali seminggu dulu sambil melihat animo masyarakat,” tuturnya.
Layanan Pete-pete Laut diprioritaskan untuk membantu mobilitas pelajar, tenaga kesehatan, guru, serta masyarakat kepulauan yang membutuhkan akses transportasi yang lebih mudah dan terjangkau.
“Prioritasnya anak sekolah, tenaga kesehatan, guru-guru, dan masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Terkait jadwal operasional tetap, Dishub Makassar masih akan berkoordinasi dengan masyarakat setempat agar layanan tersebut dapat menyesuaikan pola aktivitas warga kepulauan.
“Nanti kita sepakati bersama masyarakat. Karena kondisi di pulau berbeda dengan di daratan. Ada hari-hari tertentu masyarakat tidak melaut, sehingga operasional kapal akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Rheza menegaskan kapal yang digunakan merupakan aset operasional Dishub Makassar yang sebelumnya merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan. Kapal tersebut telah dilengkapi nahkoda dan kru yang berada di bawah pengelolaan Dinas Perhubungan.
“Ini kapal operasional Dishub yang kita fungsikan sebagai Pete-pete Laut. Nahkoda dan kru sudah ada dan tetap berada di bawah koordinasi Dishub,” pungkasnya. (*)
Sumber:

