Terkesan Remehkan Cape Verde, Spanyol Dipaksa Imbang 0-0
DIPAKSA IMBANG---Pemain Spanyol mencoba menahan laju pemain Cave Verde dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Selasa (16/6/2026) dini hari. Spanyol dipaksa main ombang 0-0 --
ATLANTA, HARIAN DISWAY---Kejutan besar terjadi ketika Spanyol menghadapi Cape Verde. Ketika fans mengharapkan salah satu kandidat juara itu berpesta gol, yang terjadi malah sebaliknya.
Spanyol malah ditahan imbang oleh si tim debutan pada laga Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Selasa 16 Juni dini hari.
Ada kesan La Roja (sebutan timnas Spanyol menganggap remeh lawan. Indikasi itu terlihat dari komposisi starter XI yang diturunkan pelatih Matador, Luis de la Fuente.
Lamine Yamal maupun Nico Williams tidak diturunkan sejak awal. Pun Dani Olmo. Ini menjadi fakta kesalahan besar bagi pelatih Spanyol. Yamal baru dimasukkan sebagai pemain pengganti di babak kedua.
Walhasil, masuknya Yamal tak bisa mengubah keadaan. Spanyol dipaksa bermain 0-0 melawan Cape Verde. Meski dominan sepanjang laga, Juara Dunia 2010 itu sulit membobol gawang yang dikawal gemilang oleh kiper veteran Cave Verde, Vozinha.
Bayangkan. Kiper yang baru seminggu merayakan ulang tahun ke 40 itu menggagalkan peluang dari Mikel Oyarzabal, Aymeric Laporte, hingga Ferran Torres. Ia benar-benar membuat debut Cape Verde di panggung sepak bola terbesar dunia begitu bersejarah.
"Seharusnya kami menang. Dengan semua yang terjadi, dan dengan semua keuntungan yang kami ciptakan. Tetapi kami kurang segar dan tajam dalam penyelesaian akhir," ulas Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente kepada situs resmi FIFA pasca laga.
"Lawan kami adalah tim yang sangat kuat secara fisik. Kami tahu mereka akan bermain bertahan rapat dan dengan pemain-pemain yang sangat kuat. Jika ditambah dengan fakta bahwa kami kurang segar, maka hal ini terjadi," katanya beralasan.
Jalannya Laga Spanyol vs Cape Verde
Sejak menit awal, Spanyol memang langsung mendominasi penguasaan bola. Dipimpin Mikel Oyarzabal, Gavi, dan Ferran Torres, mereka terus memainkan operan di area pertahanan lawan. Namun, pertahanan Cape Verde begitu rapat.
Peluang pertama baru datang pada menit ke-16 ketika Pedri melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Sayangnya, bola masih lemah dan mudah diamankan kiper Vozinha.
Spanyol terus menekan lewat pergerakan Marc Cucurella dan Ferran Torres di sisi sayap. Akan tetapi, aliran bola mereka terlalu lambat sehingga Cape Verde selalu mampu kembali membentuk garis pertahanan yang solid.
Peluang emas Spanyol kembali hadir pada menit ke-30. Cucurella menyambar bola liar dengan sepakan voli dari dalam kotak penalti, tetapi tembakannya masih melambung di atas mistar.
Cape Verde sesekali mencoba menyerang balik melalui Dailon Livramento dan Jovane Cabral. Walau serangan mereka jarang benar-benar membahayakan.
Sumber:


