DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

BPBD Makassar Siapkan 23 Ribu Mahasiswa Relawan Tangguh Kebencanaan

BPBD Makassar Siapkan 23 Ribu Mahasiswa  Relawan Tangguh Kebencanaan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mulai mengimplementasikan kerja sama dengan 23 perguruan tinggi untuk mencetak relawan kebencanaan dari kalangan mahasiswa. --

DISWAY, SULSEL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mulai mengimplementasikan kerja sama dengan 23 perguruan tinggi untuk mencetak relawan kebencanaan dari kalangan mahasiswa. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman yang sebelumnya disaksikan langsung oleh Wali Kota Makassar.

 

Melalui kerja sama itu, mahasiswa akan mendapatkan pembelajaran mengenai dasar-dasar penanggulangan bencana 

 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, mengatakan program tersebut bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan sekaligus mewujudkan Makassar sebagai kota yang tangguh terhadap bencana.

 

“Setelah kerja sama dengan 23 perguruan tinggi yang disaksikan langsung oleh Bapak Wali Kota, kami mulai memberikan pembelajaran kebencanaan kepada mahasiswa. Materinya meliputi penanganan bencana di ketinggian (vertical rescue), penyelamatan di perairan (water rescue), medical rescue, manajemen bencana, hingga pertolongan pertama atau P3K. Seluruh materi tersebut dikemas dalam pembelajaran 2 sampai 4 SKS di masing-masing kampus,” ujar Fadli. Rabu (15/7/2026)

 

Menurutnya, apabila setiap perguruan tinggi menghasilkan sekitar 1.000 mahasiswa yang telah dibekali kompetensi dasar kebencanaan, maka Makassar akan memiliki sedikitnya 23.000 sumber daya kebencanaan yang siap dilibatkan dalam penanganan bencana.

 

“Kami memperkirakan setiap kampus dapat melahirkan sekitar seribu personel. Dengan 23 kampus yang terlibat, berarti kita berpotensi memiliki sekitar 23 ribu sumber daya kebencanaan yang siap membantu ketika terjadi bencana,” katanya.

 

Fadli menjelaskan, para mahasiswa akan dibekali keterampilan dasar penanggulangan bencana sehingga mampu berperan sebagai tenaga pendukung dalam berbagai operasi kemanusiaan.

 

“Mereka akan menguasai pengetahuan dasar seperti vertical rescue, water rescue, medical rescue, manajemen bencana, hingga P3K. Ketika terjadi bencana, mereka sudah menjadi tenaga yang siap pakai untuk membantu proses penanganan di lapangan,” jelasnya.

 

Ia menilai kolaborasi antara BPBD dan perguruan tinggi merupakan terobosan baru yang belum banyak diterapkan di Indonesia. Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, program tersebut juga menjadi ruang bagi personel BPBD untuk meningkatkan kemampuan mengajar dan mentransfer pengetahuan.

 

“Ini merupakan kolaborasi yang saling menguntungkan. Mahasiswa memperoleh pengetahuan kebencanaan, sementara personel BPBD juga mengasah kemampuan mengajar, baik secara teori maupun praktik. Kami berharap setelah mengikuti pelatihan, mereka menjadi bagian dari keluarga besar BPBD dan terbentuk komunitas relawan kebencanaan yang kuat di Kota Makassar,” tuturnya.

 

Pada pelaksanaan perdana program tersebut, sekitar 500 mahasiswa dari Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Pelamonia, khususnya Program Studi Kebidanan, mengikuti pelatihan dasar kebencanaan. Selanjutnya, seluruh perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama akan mengikuti pelatihan sesuai jadwal yang telah disusun BPBD.

 

“Untuk hari ini peserta berasal dari IIK Pelamonia dengan jumlah sekitar 500 mahasiswa dari Program Studi Kebidanan. Seluruh 23 kampus sudah memiliki jadwal pelatihan masing-masing. Kerja sama ini menjadi modal besar karena seluruh pimpinan perguruan tinggi memiliki kepedulian yang sama terhadap penguatan kapasitas kebencanaan,” ujar Fadli.

 

Ia menambahkan, setelah menyelesaikan pelatihan, para mahasiswa akan kembali menjalani proses perkuliahan di kampus masing-masing. Namun, bekal pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal ketika dibutuhkan dalam penanganan bencana.

 

“Setelah pelatihan, mereka kembali belajar sesuai bidang keilmuannya. Namun, mereka sudah memiliki bekal dasar kebencanaan sehingga nantinya siap dilibatkan apabila terjadi keadaan darurat. Itulah yang kami harapkan, yakni semakin banyak masyarakat yang memiliki kapasitas dalam penanggulangan bencana sehingga Makassar menjadi kota yang tangguh terhadap bencana,” pungkasnya.

Sumber: