Penantian 16 Tahun, Spanyol Jawara Piala Dunia 2026
JAWARA DUNIA--- Kapten Spanyol Rodri bersama kolega mengangkat trofi Piala Dunia 2026 setelah pada laga final mengalahkan Argentina 1-0 di New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) pagi --
NEW YORK, HARIAN DISWAY--- Spanyol mengakhiri penantian 16 tahun untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia. La Furia Roja mengulangi kesuksesan Piala Dunia 2010 dengan tampil sebagai jawara Piala Dunia 2026 yang dihelat di Amerika Utara (Canada, USA, Mexico).
Dalam laga final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey New York, Senin 20 Juli pagi, Spanyol mengubur mimpi Argentina mempertahankan gelar dengan kemenangan dramatis 1-0 melalui tambahan waktu atau extra time.
Ferran Torres tampil sebagai pahlawan kemenangan Spanyol. Penyerang Barcelona itu mencetak gol pada menit ke-106 yang memastikan La Furia Roja kembali naik ke puncak sepak bola dunia.
Spanyol pun tercatat dalam sejarah sebagai pengoleksi dua gelar Piala Dunia setelah edisi 2010 di Afrika Selatan. Lebih impresif lagi, pasukan Luis de la Fuente menutup turnamen Piala Dunia 2026 tanpa sekalipun menelan kekalahan, dan hanya kebobolan satu gol sepanjang kompetisi.
Kesuksesan tersebut juga menandai trofi mayor kedua Luis de la Fuente bersama Timnas Spanyol. Setelah mengantarkan La Furia Roja menjuarai Euro 2024, pelatih berusia 65 tahun itu kini sukses mempersembahkan gelar Piala Dunia 2026.
Pencapaian ini pun mengingatkan publik pada era emas Spanyol ketika menjuarai Euro 2008 dan Piala Dunia 2010. Mereka bahkan mampu melanjutkan prestasi ke juara Euro 2012.
Selain trofi juara tim, bek Spanyol, Pau Cubarsi dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Piala Dunia 2026. Sementara sepatu emas diraih penyerang Prancis, Kylian Mbappe dengan mengemas 10 gol. Kapten Prancis itu mengulangi prestasinya di Piala Dunia 2022 Qatar.
Ferran Torres yang menjadi pahlawan kemenangan tak kuasa menyembunyikan kebahagiaannya. Penyerang yang dibuang oleh Manchester City itu mengeluarkan kata-kata berkelas untuk mengekspresikan kesuksesan negaranya sebagai jawara Piala Dunia 2026.
"Saya pikir pada akhirnya gol itu milik 47 juta orang, bukan milik saya. Takdir telah tertulis, kita memang ditakdirkan untuk menang," kata Ferran Torres kepada media pasca laga final.
Torres juga mengakui menghadapi Argentina di partai final bukan perkara mudah. Kehadiran Lionel Messi di kubu lawan sempat menghadirkan tekanan tersendiri bagi para pemain Spanyol.
"Semua final itu sulit, tetapi ketika Anda memiliki Messi di tim lawan, rasa gugup selalu muncul. Namun, kami mengandalkan diri sendiri dan kami membuktikannya sekali lagi," ujarnya
Di sisi lain, sang juara bertahan Argentina harus mengubur ambisi mempertahankan gelar. Lionel Messi harus mengakhiri karier internasional dengan pahit. Gagal raih trofi, gagal pula menjadi top scorer.
Jalannya Laga Final Espana vs Argentina
Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan sejak kick-off. La Furia Roja mendominasi penguasaan bola dan memaksa Argentina lebih banyak bertahan. Argentina mencoba menghentikan aliran bola lawan melalui duel-duel fisik di lini tengah.
Sumber:

