DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

Kunjungan ke Museum Kini Disertai Edukasi Pilah Sampah Melalui 'KELONG'

Kunjungan ke Museum Kini Disertai Edukasi Pilah Sampah Melalui 'KELONG'

Disbud kini meluncurkan KELONG (Kotak Edukasi Limbah Organik dan Non-Organik) sebagai media edukasi pemilahan sampah bagi anak-anak sekolah yang berkunjung.--

DISWAY, SULSEL — Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar kembali menghadirkan inovasi dalam pengelolaan Museum Kota Makassar. Setelah menggagas program Anjas Ri Museum (Antar Jemput Anak Sekolah ke Museum Kota Makassar) untuk memperkenalkan sejarah dan budaya kepada generasi muda, Disbud kini meluncurkan KELONG (Kotak Edukasi Limbah Organik dan Non-Organik) sebagai media edukasi pemilahan sampah bagi anak-anak sekolah yang berkunjung

 

Program KELONG ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak, khususnya pelajar yang berkunjung ke Museum Kota Makassar, mengenai pentingnya memilah sampah organik dan non-organik sejak dini.

 

Inovasi tersebut sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang mulai mewajibkan masyarakat melakukan pemilahan sampah dari sumber sebagai bagian dari upaya mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

 

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware, mengatakan museum tidak hanya berfungsi sebagai ruang pelestarian sejarah dan budaya, tetapi juga dapat menjadi sarana pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.

 

“Kami ingin setiap anak yang datang ke Museum Kota Makassar tidak hanya belajar tentang sejarah dan budaya, tetapi juga membawa pulang kebiasaan baik, salah satunya memahami cara memilah sampah organik dan non-organik melalui program KELONG. Edukasi seperti ini penting ditanamkan sejak usia dini,” kata Andi Patiware.

 

Menurutnya, program KELONG merupakan bentuk dukungan Dinas Kebudayaan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Makassar dalam membangun budaya memilah sampah dari sumber.

 

Ia menjelaskan, konsep pembelajaran di museum kini tidak lagi terbatas pada pengenalan koleksi benda bersejarah. Museum juga diarahkan menjadi ruang edukasi yang mampu membentuk karakter generasi muda, baik dalam aspek pelestarian budaya maupun kepedulian terhadap lingkungan.

 

“Tentu ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan dan memberikan pengalaman yang utuh. Anak-anak tidak hanya mengenal identitas budaya Kota Makassar melalui koleksi dan peninggalan sejarah, tetapi juga memahami pentingnya menjaga lingkungan dengan membiasakan memilah sampah sejak dini,” ujarnya.

 

Melalui perpaduan program 'Anjas Ri Museum' dan 'KELONG', Dinas Kebudayaan Kota Makassar berharap Museum Kota Makassar menjadi pusat edukasi yang tidak hanya memperkuat pemahaman sejarah dan budaya, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak usia sekolah. (fuad)

Sumber: