Dari Bau Menjadi Harapan: Pelajaran Pengelolaan Sampah dari Tamangapa
--
Oleh: Mashud Azikin
Anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar
DISWAY, SULSEL - Tidak semua kemenangan dirayakan dengan pesta. Ada kemenangan yang hanya ditandai oleh sesuatu yang nyaris tak terdengar: hilangnya bau.
Bagi sebagian orang, bau mungkin hanya persoalan indra penciuman. Namun bagi warga yang selama bertahun-tahun hidup di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, bau adalah simbol. Ia melambangkan panjangnya kelalaian, lemahnya tata kelola, dan mahalnya harga yang harus dibayar masyarakat ketika sampah dibiarkan menguasai kota.
Karena itu, ketika Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat berdiri di TPA Tamangapa pada 5 Agustus 2026 dan mengatakan bahwa bau dari timbunan sampah kini telah hilang, sesungguhnya yang sedang ia sampaikan bukan sekadar laporan teknis.
Ia sedang mengumumkan bahwa sebuah kota telah mulai berdamai dengan lingkungannya.
Di hadapan hamparan timbunan sampah yang kini ditutup menggunakan geomembran dan urukan tanah, Menteri Jumhur memberikan apresiasi yang jarang diucapkan kepada sebuah pemerintah daerah.
"Pak Wali Kota sudah bekerja dengan baik. Progresnya sudah mencapai lebih dari 90 persen dari harapan yang kami inginkan."
Sumber:

