Jalan Politik Appi yang Belum Usai
Mulawarman, Jurnalis Senior--
Oleh: Mulawarman
Jurnalis Senior
DISWAY, SULSEL — Dinamika politik yang berkembang di internal Partai Golkar setelah Munafri Arifuddin atau Appi tidak terpilih sebagai Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan tidak semestinya dibaca sebagai tanda melemahnya posisi politik Wali Kota Makassar tersebut.
Sebaliknya, situasi itu justru dapat menjadi momentum baru bagi Appi untuk memperluas ruang gerak politiknya. Dengan posisi sebagai Wali Kota Makassar, kota terbesar di kawasan Indonesia Timur, Appi masih memiliki modal politik, sosial, dan elektoral yang besar.
Karena itu, anggapan bahwa Appi hanyalah politisi biasa yang kehilangan daya tawar karena kalah dalam kontestasi internal Golkar terlalu sederhana untuk menggambarkan perjalanan politiknya.
Appi memiliki rekam jejak panjang dalam menghadapi dinamika politik Makassar. Ia telah dua kali mengalami kekalahan dalam Pilkada sebelum akhirnya memenangkan Pilwali Makassar 2024.
Pada Pilkada 2018, Appi berhadapan dengan fenomena kotak kosong. Dua tahun kemudian, ia kembali mengalami kekalahan pada Pilkada 2020. Namun, dua kekalahan tersebut tidak membuatnya meninggalkan Makassar atau menarik diri dari dunia politik.
Sebaliknya, Appi tetap bertahan. Ia kemudian mengambil alih kepemimpinan DPD II Golkar Makassar dan membangun kembali basis politiknya di tingkat akar rumput.
Sumber:

