Dari 4S ke 5S, Sidrap Bertransformasi Jadi Daerah Percontohan Perekonomian di Indonesia
--
DISWAY SULSEL - Citra negatif 4S melabeli Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai terbantahkan di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif (SAR).
Bupati SAR kini mulai merubah stigma 4 S (Sobis, Sabu, Seks dan Sabung Ayam) menjadi prestasi dengan pertumbuhan ekonomi signifikan. Pengakuan datang langsung dari pemerintah pusat. Melalui forum resmi.
Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan Pertumbuhan ekonomi daerah dapat didorong melalui pengembangan sektor unggulan, disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing daerahnya.
“ Bahkan di Kabupaten Sidrap, Bapak-Ibu, Kabupaten tersebut bisa tumbuh tinggi karena memang basisnya adalah pengolahan dan juga meningkatkan nilai tambah dari sektor pertanian dan perkebunan. Serta peternakan,” ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama Kementerian dan Lembaga, Senin, (7/9/2026).
Ia mencontohkan, Kabupaten Sidrap dengan potensi pada sektor pertanian, peternakan dan perkebunan, mampu meningkatkan perekonomian secara signifikan.
“Jadi contoh konkret yang Sidrap itu Pak, dia dorong dengan peternakan, pertanian yang didorong kemudian uga perkebunannya,” lanjutnya.
Dengan kondisi tersebut, kata Amalia, membuat setiap kabupaten/kota memiliki potensi berbeda yang dapat dikembangkan sebagai penggerak utama perekonomian daerah.
“Jadi sebenarnya masing-masing kabupaten/kota itu kalau kami pelajari dari karakteristiknya punya potensi yang berbeda-beda yang kemudian bisa didorong dan dikembangkan untuk menjadi mesin pertumbuhan ekonominya,” kata Amalia.
Di berbagai kesempatan, Bupati SAR terus berupaya menghapus stigma 4S yang selama ini melabeli Kabupaten Sidrap. Bahkan Ia memiliki istilah baru, 5S sebagai wajah baru pembangunan Sidrap.
5S ini terkait Sidrap Aman dan Religius, Sidrap Maju dan Sejahtera, Sidrap Berkah, Sidrap Bercahaya, serta Sidrap Bersih.
"Sebelum saya menjabat, ada istilah negatif '4S' yang sering terdengar. Sekarang, saya tegaskan tidak ada lagi itu. Yang ada adalah Sidrap 5S," ujarnya.
Branding 5 S bukan sekadar slogan, melainkan representasi dari jati diri Sidrap sebagai lumbung pangan dan pusat spiritual.
"Kita ingin dunia mengenal Sidrap sebagai lumbung beras nasional, lumbung telur, pusat energi terbarukan, serta tempat lahirnya para penghafal Al-Qur'an," tambahnya.
Transformasi citra ini didukung oleh data capaian ekonomi yang luar biasa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Kabupaten Sidrap berhasil menempati peringkat pertama pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.
Sumber:

