Tim Kemendikbud Puji Pekerjaan Revitalisasi SD di Gowa
REVITALISASI---Tim saat melakukan pemantauan pekerjaan revitaliasi di SDN Paccinongan Unggulan, Kecamatan Somba Opu, Gowa beberapa waktu lalu--
GOWA, HARIAN DISWAY — Program revitalisasi sekolah di Kabupaten Gowa sementara berlangsung. Ada puluhan sekolah dasar atau SD yang mendapat anggaran revitalisasi dari pemerintah pusat.
Proses pekerjaan revitalisasi di sejumlah sekolah itu telah berjalan sejak Agustus 2026 lalu. Tim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi atau Kemendikbud Ristek pun terus memantau progres pekerjaan revitalisasi tersebut.
Walhasil, sejauh ini Tim Kemendikbud mengapresiasi proses pekerjaan yang berjalan lancar dengan kualitas cukup baik. Salah-satu yang dipuji ialah pekerjaan revitaliasi SDN Paccinongan Unggulan.
"Tim Kemendikbud turun langsung meninjau kemajuan pembangunan pekerjaan revitalisasi SD Negeri Paccinongang Unggulan. Memeriksa secara menyeluruh kualitas bahan bangunan, konstruksi, hingga kelengkapan fasilitas ruang belajar," ujar Kepala SDN Paccinongan Unggulan, Mul, Senin (14/9/2026).
Menurut tim Kemendikbud, proses pekerjaan revitaliasi di SDN Paccinongan Unggulan dari sisi kualitas sangat baik dan erjalan sesuai jadwal atau tepat mutu. Atas progress ini, lanjut Mul, tim Kemendikbud menyarankan sekolah mengajukan kembali usulan penambahan ruang kelas mengingat kebutuhan ruang yang masih kurang.
"Peninjauan juga dilakukan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP). Tim memeriksa fisik bangunan, mewawancarai pekerja, pengawas, pelaksana proyek, hingga kontraktor utama. Hasilnya sejalan, kemajuan pekerjaan berjalan baik dan terukur, diperkirakan penyelesaian dapat dipercepat dari waktu masa kerja yang ditentukan," jelasnya.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Ulfa Tenri Batari menyampaikan, ada 37 sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi tahun ini.
Untuk tahap I sebanyak 9 SD. Kemudian tahap II bertambah 28 SD. Sekolah yang mendapat bantuan revitaliasi itu tersebar di sejumlah kecamatan. Meliputi Kecamatan Somba Opu, Pattallassang, Tinggimoncong, Parigi, Bungaya, Parangloe, hingga Manuju.
Ulfa menerangkan, penentuan sekolah yang mendapat bantuan revitaliasi tidak ditetapkan sembarangan, melainkan berdasarkan data yang dimasukkan sekolah ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tahun 2024 hingga 2025. Sekolah yang tercatat mengalami kerusakan berat akan masuk daftar utama penanganan.
"Penentuan prioritas ditentukan berdasarkan data Dapodik yang diisi sekolah masing-masing. Jika tercatat rusak berat, masuk prioritas pusat. Kami hanya memfasilitasi dan mengingatkan agar pengisian data jujur sesuai kondisi nyata, supaya bantuan tepat sasaran," terangnya.
Ia mengingatkan kendala yang kerap terjadi, ada sekolah yang nyatanya sudah hampir roboh, namun di Dapodik tertulis hanya rusak ringan, sehingga tidak tersentuh bantuan.
"Pekerjaan revitaliasi diawasi ketat. melibatkan Inspektorat dan Kejaksaaan agar kualitas pengerjaan sesuai Rencana Anggaran Biaya yang telah disusun," tegasnya.
Ulfa juga senantiasa mengimbau kepada kepala sekolah selaku pihak swakelola revitaliasi agar melaksanakan pekerjaan dengan baik dan sesuai aturan juknis.
"Gunakan dana bantuan ini sebaik-baiknya, sesuai ketentuan yang berlaku untuk mencegah masalah hukum dikemudian hari," tandas Ulfa.(rus)
Sumber:

