DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

Digelar di Gowa, Fun Walk Gekrafs Sulsel Banjir Peserta

Digelar di Gowa, Fun Walk Gekrafs Sulsel Banjir Peserta

PRODUK UMKM---Plt Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin bersama Wakil Ketua DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab atau HAR saat berada di salah stan UMKM pada acara Gekrafs Sulsel di Istana Balla Lompoa, Sabtu (24/10/2026) --

GOWA, HARIAN DISWAY-----DPW Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional atau Gekrafs Sulsel menggelar fun walk di kabupaten Gowa, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan fun walk itu banjir peserta. Ada ribuan orang yang ikut serta. Lokus start di Kawasan Istana Balla Lompoa. Lalu peserta jalan santai melewati rute jalan protokol di ibu kota kabupaten Gowa, Sungguminasa.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin saat melepas peserta fun walk Gekrafs menyampaikan, event ini menjadi momentum untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. 

Bagaimana tidak. Gekrafs tak sekadar melaksanakan fun walk. Tetapi juga menampilkan tenant UMKM di kegiatan ini. 

“Tujuan kita adalah mendorong perbaikan kualitas produk yang semakin hari semakin bagus, sehingga produk-produk UMKM kita bisa bersaing di tingkat provinsi dan nasional. Harapan kita, bahkan bisa diekspor,” ucap DM begitu Plt Bupati Gowa karib disapa.

DM menjelaskan, Kabupaten Gowa memiliki sejumlah produk unggulan yang melimpah ruah. Dengan potensi besar itu, maka punya kans dikembangkan hingga menjangkau pasar internasional. Contohnya saja, madu dan ikan terbang. 

“Kita memiliki madu yang telah menembus pasar ekspor seperti India dan China, serta meskipun laut kita tidak besar tapi Gowa adalah salah satu pengekspor ikan terbang di Sulawesi Selatan,” sebutnya.

Selain komoditas tersebut, suami Andi Tenri Indah itu mengapresiasi kualitas produk UMKM yang dipamerkan dalam kegiatan ini. Khususnya produk kuliner yang dinilainya memiliki cita rasa yang baik dan berpotensi dikembangkan lebih luas.

“Produk-produk UMKM kita ini kualitasnya sudah luar biasa. Saya tadi mencoba beberapa produk di setiap stan, termasuk kulinernya yang memiliki cita rasa sangat baik. Ini harus segera dikemas dengan baik agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.

Ketua DPW Gekrafs Sulawesi Selatan, Andi Rahmat Manggabarani menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Gowa sebagai lokasi kegiatan tidak terlepas dari kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki daerah tersebut.

Menurutnya, ekonomi kreatif memiliki keterkaitan erat dengan kebudayaan, seni, dan tari. Kabupaten Gowa yang memiliki sejarah kerajaan besar di Sulawesi Selatan dinilai menjadi lokasi strategis untuk memperkenalkan kembali warisan budaya daerah kepada masyarakat luas.

“Kami ingin menonjolkan kembali kebudayaan yang ada di Sulawesi Selatan, mulai dari budaya kerajaan. Karena itu, kami memilih kawasan istana ini untuk memperkenalkan kebudayaan tersebut kepada seluruh Nusantara,” jelasnya.

Selain mengangkat potensi budaya, Gekrafs Sulawesi Selatan juga berkomitmen mendukung pengembangan UMKM Kabupaten Gowa melalui fasilitasi pelindungan kekayaan intelektual atau Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Melalui kerja sama dengan Kementerian Hukum, pelaku UMKM akan didorong mendapatkan pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi terkait pelindungan kekayaan intelektual sesuai dengan jenis produk atau karya yang dimiliki.

Sumber: