Mulawarman Nilai Survei Podium LPPM Unhas Bermuatan Politik, Bukan Opini Publik
Jurnalis Senior, Mulawarman.--
DISWAY SULSEL – Tokoh alumni Universitas Hasanuddin (Unhas), Mulawarman, menilai survei bertajuk “Suara Indonesia Timur: Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto” yang dirilis Pusat Litbang Opini Publik, Demokrasi, dan Pembangunan (Podium) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas merupakan survei politik, bukan sekadar survei opini publik.
Hal itu disampaikan Mulawarman saat ditemui di Makassar, Minggu (25/10/2026). Ia menanggapi hasil survei yang dipaparkan Kepala Podium LPPM Unhas, Imam Mujahidin Fahmi, di Gedung Rektorat Unhas, Tamalanrea, Makassar, pada Rabu (21/10/2026).
Hasil survei tersebut menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat Indonesia Timur terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun mencapai 55,02 persen.
Survei itu juga mencatat Andi Amran Sulaiman memperoleh dukungan 19,22 persen jika pemilihan presiden digelar saat ini. Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda memperoleh dukungan 6 persen dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebesar 4,80 persen.
Menurut Mulawarman, hasil tersebut menunjukkan survei Podium LPPM Unhas tidak hanya menjaring opini publik mengenai berbagai isu, tetapi juga mengukur kepuasan terhadap kinerja pemerintahan dan elektabilitas tokoh untuk Pilpres 2029.
"Tapi survei opini publik Unhas ini, juga mengukur tingkat kepuasan masyarakat Indonesia Timur pada kinerja pemerintahan Presiden Prabowo dan mengukur elektabilitas calon Cawapres 2029," kata Mulawarman.
Ia menilai dimensi politik survei tersebut semakin terlihat dari cara hasilnya dipaparkan kepada media. Mulawarman menyebut Imam Mujahidin menjelaskan temuan survei dengan analisis politik, termasuk mengenai peluang Andi Amran Sulaiman dalam kontestasi politik mendatang.
"Imam mengatakan, jika Pilpres diadakan hari ini, tokoh Indonesia yang paling banyak dipilih adalah Andi Amran Sulaiman, sebesar 19,22 persen. Andi Amran Sulaiman menjadi The Next JK (Jusuf Kalla, mantan Wapres)," kata Mulawarman mengutip pemaparan Imam Mujahidin.
Mulawarman juga menyoroti keterlibatan Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, yang memberikan pengantar dalam acara pengumuman hasil survei tersebut. Menurut dia, kehadiran rektor bersama Sekretaris Rektor Unhas, Dr. Sawedi, dalam acara itu dapat memengaruhi opini publik.
Ia menduga Podium LPPM Unhas memiliki tujuan politik di balik penyelenggaraan survei tersebut. Mulawarman bahkan melontarkan kritik terhadap Imam Mujahidin yang dinilainya berupaya menarik simpati Andi Amran Sulaiman, Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unhas.
"Politik menjilat atau politik cari muka. Iman Mujahidin lagi cari muka, memamerkan perhatiannya dan loyalitasnya ke Andi Amran Sulaiman Ketua Ika Unhas yang menjadi tokoh utama di survei itu. Tapi tragisnya, Imam Mujahidin mantan staf khusus Mentan Syahrul Yasin Limpo itu, memakai nama Unhas dan menyeret-nyeret Prof Jompa Rektor Unhas ikut serta di aksi politik cari mukanya," ujar Mulawarman menambahkan.
Ia mengingatkan bahwa politik di lingkungan kampus semestinya berlandaskan gagasan dan nilai-nilai moral. Menurutnya, perguruan tinggi harus menjunjung tinggi etika, nilai akademik, kebenaran, dan keadilan ketika membicarakan persoalan politik.
"Bukan menggunakan nafsu kuasa dan kepentingan, baik itu kepentingan kelompok, apalagi kepentingan diri sendiri," pungkas Mulawarman.
Sebelumnya, Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa menegaskan survei yang dirilis pada Rabu (21/10/2026) tersebut bukan bertujuan untuk kepentingan politik, melainkan merekam fakta dan suara masyarakat dari berbagai aspek di kawasan Indonesia Timur.
Sumber:

