DISWAY, SULSEL — Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) RI terus memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah guna memastikan program-program prioritas Presiden berjalan optimal, khususnya di desa, daerah tertinggal, dan daerah tertentu.
Untuk mengetahui sejauh mana progres dari program-program prioritas Presiden RI berjalan dengan baik, Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) RI menggelar Rapat Koordinasi, Jumat (19/12/2025) di Hotel Four Point by Sheraton, Jalan Andi Djemma, Makassar. Rapat Koordinasi itu dihadiri sejumlah kementerian yang berada di bawah Kemenko PM, di antaranya Kementerian Koperasi dan Kementerian Sosial, sebagai bentuk penguatan sinergi lintas sektor. Serta dihadiri pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, khususnya yang masuk dalam kategori daerah tertinggal dan daerah tertentu. “Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan tugas dan fungsi kami berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” ujar Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat RI, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc, Menurut Prof. Abdul Haris, langkah ini dilakukan untuk memastikan implementasi berbagai program prioritas Presiden dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Adapun program-program prioritas presiden meliputi Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), Jaminan Kesehatan Gratis, hingga Program 3 juta rumah. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh program prioritas Presiden ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya. Selain membahas pelaksanaan program, rapat ini juga menjadi ruang dialog antara pemerintah pusat dan daerah. “Kesempatan ini kami manfaatkan untuk menyerap langsung permasalahan yang ada di lapangan. Nantinya, semua masukan ini akan kami koordinasikan ke tingkat pusat agar dapat dicarikan solusi bersama,” jelas Prof. Abdul Haris. Ia berharap, melalui kolaborasi dan sinergi yang kuat antara kementerian dan pemerintah daerah, seluruh program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dan daerah tertinggal. Khusus untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi pihaknya terus mempercepat proses operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih sebagai pilar penguatan ekonomi dan pemenuhan layanan dasar masyarakat desa. Hingga kini, pembangunan fisik dan kelengkapan operasional koperasi tersebut menunjukkan progres signifikan. Ahmad Zabadi, menyampaikan pemerintah tengah fokus pada pembangunan fisik gerai pergudangan serta pemenuhan sarana operasional Koperasi Desa Merah Putih. “Per 11 Desember 2025, total fisik pembangunan telah mencapai 23.065 unit, dengan 42.132 titik sebaran pendataan lahan yang mencakup total luas 9.423 hektare,” ujar Ahmad Zabadi. Ia berharap proses pembangunan fisik gerai pergudangan beserta kelengkapan operasional dapat diselesaikan pada Maret–April tahun depan, sehingga koperasi dapat segera beroperasi secara optimal di berbagai wilayah. Ke depan, Kementerian Koperasi menargetkan hadirnya 82.986 gerai yang mencakup gerai sembako, pergudangan, klinik desa, hingga apotek. Keberadaan gerai-gerai tersebut diharapkan mampu mempermudah akses masyarakat terhadap layanan dasar dengan harga yang lebih terjangkau. “Ini artinya pemenuhan layanan dasar masyarakat Insya Allah akan semakin mudah dijangkau, dengan harga yang lebih baik dan merata,” jelasnya. Lebih dari itu, Ahmad Zabadi menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih juga dirancang sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa dan kelurahan. Dengan lebih dari 80 ribu gerai yang akan beroperasi, aktivitas ekonomi lokal diyakini akan tumbuh secara signifikan. “Kami berharap industri UMKM desa berkembang. Akan muncul pabrik kecap, pabrik saus, dan industri pengolahan lainnya untuk mengisi gerai-gerai Koperasi Desa Merah Putih,” katanya. Seluruh sistem operasional koperasi akan dikelola secara modern dan terintegrasi digital, mulai dari pencatatan stok, sistem inventori, hingga logistik. Seluruh gerai akan terhubung dalam satu ekosistem digital guna meningkatkan efisiensi dan transparansi. Dengan pendekatan terintegrasi ini, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi pusat distribusi kebutuhan masyarakat, tetapi juga fondasi kuat bagi kemandirian ekonomi desa di masa depan. (*)Rakor di Makassar, Kemenko PM Pastikan Program Prioritas Presiden Tepat Sasaran
Jumat 19-12-2025,19:00 WIB
Reporter : Fuad
Editor : Muh. Seilessy
Kategori :
Terkait
Senin 11-05-2026,22:52 WIB
Penataan 25 Lapak PK5 di Tamalanrea Berjalan Kondusif
Senin 11-05-2026,16:01 WIB
Seleksi Direksi PDAM Makassar Berlanjut Usai Kantongi Persetujuan Kemendagri
Minggu 10-05-2026,21:54 WIB
Pemkot Makassar Tanggung Biaya Perawatan Korban Begal Geng Motor di Ablam
Minggu 10-05-2026,11:50 WIB
Dari TPS3R ke Kebun Kota: Urban Farming dan Revolusi Sampah Terintegrasi
Jumat 08-05-2026,19:04 WIB
Prof. Qasim Mathar Apresiasi Makassar Raih Paritrana Award: Bukti Kolaborasi Pemkot dan Masyarakat
Terpopuler
Senin 11-05-2026,16:01 WIB
Seleksi Direksi PDAM Makassar Berlanjut Usai Kantongi Persetujuan Kemendagri
Senin 11-05-2026,17:37 WIB
Program MBG Masih Timbulkan Polemik, DPRD Sulsel Gelar RDP dengab KPPG
Senin 11-05-2026,14:54 WIB
Keren! Terobosan Pengawasan MBG di Sumedang, Orang Tua Bisa Update Tiap Hari
Senin 11-05-2026,18:23 WIB
Pemkab Takalar dan DPRD Sepakat Dorong Pembentukan Desa Tarang Towaya
Senin 11-05-2026,18:25 WIB
Mengubah Sampah, Menumbuhkan Peradaban Kota Melalui 'Pisai Sampahta, Tanami Tanata'
Terkini
Selasa 12-05-2026,11:09 WIB
Program Makan Bergizi Gratis: Bukan sekedar kebijakan
Selasa 12-05-2026,10:21 WIB
Soal LKPJ Bupati, Sekda Gowa : Rekomendasi Dewan Bahan Evaluasi Kinerja Eksekutif
Senin 11-05-2026,23:18 WIB
Kolaborasi BNI, KIP, dan IPB Perkuat Literasi Keterbukaan Informasi Generasi Muda
Senin 11-05-2026,22:52 WIB
Penataan 25 Lapak PK5 di Tamalanrea Berjalan Kondusif
Senin 11-05-2026,22:50 WIB