Karena pada akhirnya, pendidikan adalah tentang kepastian. Kepastian untuk belajar, kepastian untuk dipimpin, dan kepastian untuk masa depan yang lebih baik.
Akhir kata, izinkan saya memohon maaf yang sedalam-dalamnya jika untaian kalimat ini terasa terlalu lugas atau kurang berkenan di hati Ibu dan Bapak. Tidak ada niat sedikit pun di hati saya untuk mengeluh atas amanah yang diberikan, apalagi menghindari tanggung jawab sebagai abdi negara.
Tulisan ini hanyalah sebentuk kejujuran dari seorang guru yang ingin melihat sekolahnya tegak dengan nakhoda yang utuh, sekaligus seorang pendidik yang rindu memberikan seluruh jiwa dan raganya bagi murid-murid di ruang kelas tanpa harus terbagi. Saya menulis ini karena saya teramat peduli, dan karena saya percaya bahwa Ibu dan Bapak memiliki kearifan yang sama dalam menjaga kualitas pendidikan kita.
Semoga langkah kecil ini menjadi wasilah bagi perbaikan masa depan anak-anak bangsa. Terima kasih atas ruang yang diberikan untuk aspirasi ini, serta atas segala dedikasi Ibu dan Bapak dalam memajukan dunia pendidikan.(*)