DISWAY, SIDRAP — Belasan ribu warga Sidrap memadati halaman Masjid Agung untuk menghadiri acara buka puasa bersama dan tabliq akbar serta mendengarkan ceramah dari Ustadz Das'ad Latif, usai menggelar sholat tarwih berjamaah, Jumat 27 Februari 2026.
Acara yang digagas Pemerintah Kabupaten Sidrap ini, dihadiri oleh Wali Kota Parepare Tasmin Hamid, dan unsur Forkompinda Sidrap.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif juga menyerahkan sertifikat kepada 24 warga yang berprestasi di bidang Keagamaan. Pada kesempatan itu, Syaharuddin Alrif, juga menerima gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang manajemen Islam (Islam Administration) dari Fakultas Syariah Jamiah Islam Sheikh Daud Al-Fathani (Jisda), Yala, Thailand.
Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menegaskan komitmennya menjalankan visi besar bersama ulama dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Sidrap yang maju dan sejahtera.
“Kita jalankan bersama ulama dan seluruh elemen untuk mencapai visi besar menjadikan Sidrap sebagai Lumbung Beras Indonesia. Alhamdulillah, capaian kita meningkat dari sebelumnya 400 ribu ton menjadi 665 ribu ton atau setara Rp4,6 triliun,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa target menjadikan Sidrap sebagai Lumbung Telur Indonesia telah tercapai. Ke depan, produksi akan terus ditingkatkan hingga 10 juta sampai 20 juta ekor ayam pedaging dan petelur.
Selain itu, Sidrap juga diarahkan menjadi Lumbung Energi Terbarukan. Saat ini, kincir angin yang ada telah menghasilkan 75 megawatt listrik dan akan ditambah 20 turbin dengan kapasitas tambahan 200 megawatt, termasuk rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di Danau Sidenreng.
“Insya Allah, kita teguhkan Sidrap sebagai penghasil listrik dari energi terbarukan,” katanya.
Di bidang keagamaan, Pemkab Sidrap terus mendorong lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an. Saat ini tercatat ratusan rumah tahfiz dan pesantren tahfiz tersebar di berbagai desa sebagai bukti berkembangnya pendidikan keagamaan di daerah tersebut.
Bupati juga memaparkan sejumlah capaian berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di antaranya penurunan angka kemiskinan menjadi terendah di Sulawesi Selatan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia dari 74 menjadi 75 persen, serta pertumbuhan ekonomi 7,71 persen yang menempatkan Sidrap peringkat pertama di Sulsel pada 2025.
“Capaian ini belum membuat saya puas. Saya akan terus bekerja maksimal dan mengajak seluruh masyarakat untuk membayar zakat, rajin ke masjid, dan menjaga persatuan demi keberkahan daerah kita,” tutupnya.(*)