DISWAY SULSEL – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Sulawesi Selatan bersiap menggelar Konferensi Daerah (Konferda) pada 5-6 Juni 2026, di kawasan ikonik pantai Losari Makassar Golden Hotel, Makassar. Ajang ini mengusung misi besar transformasi organisasi dari sekadar relawan politik menjadi gerakan sosial politik berbasis rakyat.
Ketua DPD Projo Sulsel, Herwin Niniala, menjelaskan bahwa Konferda kali ini bertema "Konsolidasi Total Projo yang Solid dan Terorganisir".
Menurutnya, langkah ini diambil untuk menjaga eksistensi organisasi di tengah perubahan peta politik nasional pasca-pemilu.
"Projo mempersiapkan arah baru organisasi. Kita tidak boleh berhenti sebagai ormas biasa, tetapi harus bertransformasi menjadi gerakan rakyat yang dinamis dan berkelanjutan," ujar Herwin dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Ia menekankan pentingnya menjaga solidaritas hingga ke akar rumput guna menghadapi dinamika global dan perubahan politik nasional yang terus berkembang.
Ketua Panitia Pelaksana, Hasanuddin Jumakking, mengungkapkan bahwa persiapan acara telah dilakukan selama dua bulan. Konferda ini bertujuan menyatukan visi, mendengarkan laporan pertanggungjawaban, serta menetapkan langkah strategis organisasi untuk lima tahun ke depan.
"Tujuan utamanya adalah konsolidasi total kepengurusan dan pemilihan Ketua DPD Projo Sulsel masa bakti 2026-2031," kata Hasanuddin.
Adapun rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut meliputi: Penyampaian pandangan umum dan politik oleh Ketua Umum DPP Projo,laporan pertanggungjawaban Ketua DPD Projo Sulsel, penyampaian pandangan umum dari tiap DPC.
Proses pemilihan Ketua DPD Projo Sulsel periode baru. Kehadiran Tokoh Nasional dan Daerah
Acara ini dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, serta tokoh-tokoh nasional lainnya. Selain itu, Gubernur Sulsel, Kapolda Sulsel, dan Pangdam XIV/Hasanuddin juga turut diundang dalam pembukaan Konferda Projo Sulsel.
Konferda ini akan diikuti oleh pengurus DPD, perwakilan 20 DPC Projo kabupaten/kota, serta organisasi sayap seperti Sarinah Projo, Majelis Taklim Projo, dan Projo Muda.
"Kami berharap momentum ini menjadi peneguh transformasi Projo menuju demokrasi yang lebih dewasa, solid, dan selalu berada di sisi rakyat," tutup Hasanuddin.(*)