DALLAS, HARIAN DISWAY--- Matchday ketiga Grup I Piala Dunia 2026 menyajikan laga sengit. Prancis kontra Norwegia. Les Bleus julukan Prancis akan berduel dengan The Vikings julukan Norwegia untuk memperebutkan juara grup di Boston Stadium, Sabtu 27 Juni 2026 dini hari.
Sama-sama sudah lolos ke fase knockout, laga ini tetap disorot. Laga kedua tim bakal menjadi ajang panggung predator, antara Kylian Mbappe di kubu Prancis dan Erling Haaland di tim Norwegia.
Kedua superstar tersebut memulai turnamen dengan sangat luar biasa. Baik Mbappe maupun Haaland mencetak brace di dua laga awal. Kedua pemain ini pun menguntit Lionel Messi di barisan top skor. Untuk sementara, Mbappe dan Haaland hanya tertinggal satu gol saja dengan Messi.
Mbappe dan Haaland mengemas 4 gol, sedangkan La Pulga sejauh ini sudah mengoleksi lima gol dalam dua laga.
Baik Mbappe atau pun Haaland jelas ingin meneruskan ketajamannya. Khusus untuk Haaland, laga ini bisa menjadi moment mengejar rekor langka.
Penyerang Manchester City itu bisa menjadi pemain ketiga dalam sejarah Piala Dunia yang mampu mencetak dua gol atau lebih dalam tiga penampilan pertamanya secara beruntun.
Sebelumnya, pencapaian serupa hanya diraih Guillermo Stabile bersama Argentina pada edisi 1930 dan Sandor Kocsis yang membela Hungaria pada 1954.
Bek tengah Prancis Dayot Upamecano mengakui konsistensi Haaland sebagai predator ganas di lini depan. Pemain Bayern Munchen itu menilai Haaland sebagai salah satu penyerang paling sulit dijaga karena memiliki kombinasi kecepatan, kekuatan, dan insting mencetak gol yang sangat tajam.
“Ketika menghadapi Haaland, Anda harus selalu mengetahui di mana posisinya. Dalam waktu yang sama, Anda juga harus memperhatikan pemain yang menguasai bola. Sedikit kehilangan fokus bisa berakibat fatal,” kata Upamecano kepada L'Equipe, Jumat 26 Juni 2026.
Menurut Upamecano, duel melawan Haaland tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan fisik. Ia justru menilai pergerakan tanpa bola sang striker menjadi aspek yang paling sulit diantisipasi.
“Haaland sangat cepat saat bergerak. Dia hanya membutuhkan sepersekian detik untuk mengubah arah lari dan menciptakan ruang. Karena itu, kami harus terus mengawasi pergerakannya sepanjang pertandingan,” ujar bek berusia 27 tahun tersebut.
Meski demikkan, Upamecano mengakui siap menerima tantangan. Dirinya tidak keberatan menghadapi kontak fisik dengan Haaland.
Namun, ia menegaskan bahwa cara terbaik untuk meredam sang penyerang adalah dengan memaksanya bergerak ke area yang lebih sulit dan mempersempit sudut tembaknya.
“Dia menyukai duel fisik dan saya juga demikian. Tetapi yang terpenting adalah mengelola situasi dengan baik, mengarahkannya ke sisi lapangan, lalu menutup ruang tembak yang dimilikinya,” tambahnya.
Haaland yang mencetak gol dalam 12 penampilan kompetitif terakhirnya untuk Norwegia dan saat ini sudah mengoleksi 59 gol internasional dalam 52 pertandingan mencoba mengurangi tekanan.