DISWAY, SULSEL — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara merespons isu dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses pengisian jabatan kepala sekolah yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Sebagai tindak lanjut, ia telah menginstruksikan Inspektorat Kota Makassar, melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang disebut dalam video beredar tersebut. "Saya sudah memerintahkan Inspektorat untuk memeriksa pihak-pihak yang terkait. Sementara jalan," tegas Appi, Minggu (28/6/2025). "Semua akan konfrontasi, termasuk oknum Kabid, Kepala Seksi di GTK Dinas Pendidikan, maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam informasi video yang beredar," sambung Wali Kota. Berdasarkan pengakuan sejumlah mantan calon Kepsek, menyeret sejumlah nama oknum di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar, yang dikabarkan diduga meminta sejumlah uang atau fee kepada calon kepala sekolah sebelum dilantik. Munafri menegaskan tidak akan mentoleransi praktik transaksional dalam proses promosi maupun pengisian jabatan di lingkup Pemerintah Kota Makassar. Menurut orang nomor satu di Kota Makassar itu, pemeriksaan internal melalui mekanisme konfrontasi diperlukan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya, sesuai regulatif dan kode etik aparatur sipil negara (ASN). Appi menegaskan, proses pemeriksana bertujuan agar Pemerintah Kota dapat mengambil keputusan secara objektif berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan sekadar berdasarkan isu yang berkembang. "Semua harus dibuka secara terang, pemeriksaan ini penting agar tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat. Kalau memang ada pelanggaran, tentu akan diproses sesuai aturan yang berlaku," ujarnya. Munafri kembali menegaskan bahwa sejak awal masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota, seluruh proses seleksi jabatan, termasuk pengangkatan kepala sekolah, harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan bebas dari praktik suap maupun pungutan liar. Dia mengingatkan seluruh ASN atau pihak lain, agar tidak mencoba memanfaatkan proses promosi jabatan untuk kepentingan pribadi. "Yang jelas, sejak awal pemerintahan kami, saya tekankan bahwa seleksi kepala sekolah maupun jabatan lainnya harus dilakukan secara jujur, transparan, profesional, dan tidak ada praktik bayar-membayar," tegasnya. Munafri juga memastikan Pemerintah Kota Makassar tidak akan memberikan toleransi apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya praktik pungli atau penyalahgunaan jabatan. "Kalau nanti terbukti ada pelanggaran, tentu akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak ada kompromi terhadap praktik-praktik seperti ini," tandasnya. (*)Appi Perintahkan Inspektorat Usut Dugaan Pungli Pengisian Kepsek
Minggu 28-06-2026,16:27 WIB
Reporter : Fuad
Editor : Muh. Seilessy
Kategori :
Terkait
Senin 05-10-2026,21:00 WIB
Appi Mundur dari Golkar, Pengamat: Demokrat Dapat Amunisi Politik Strategis
Senin 05-10-2026,14:52 WIB
Appi Sentil Lurah Minim Inovasi: Kerja dengan Benar Jangan Bikin yang Macam-Macam
Senin 05-10-2026,14:23 WIB
Appi Mundur dari Golkar, Andi Alfian Mallarangeng Akan Kawal Temui Ketum Demokrat
Senin 05-10-2026,12:21 WIB
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Resmi Tinggalkan Partai Golkar
Senin 05-10-2026,09:44 WIB
Appi di Persimpangan Politik: Bertahan atau Berlabuh?
Terpopuler
Selasa 06-10-2026,11:12 WIB
Pemkot Makassar Siapkan Transformasi TPA Antang Menjadi Hutan Kota
Selasa 06-10-2026,13:12 WIB
PD Terminal Makassar Metro Perkuat Layanan Digitalisasi, Tiket Bus Bakal Terintegrasi Lontara Plus
Selasa 06-10-2026,17:50 WIB
Eksebisi Menembak Polresta Gowa Ajang Perkuat Sinergitas Forkopimda
Selasa 06-10-2026,10:47 WIB
Gerai UMKM Takalar Hadir di Bandara, Belanja Produk Lokal Bisa Dikirim Seluruh Indonesia
Selasa 06-10-2026,21:29 WIB
FDT 2026 Meriah, Kadin Wajo Ungkap Dukungan Andi Iwan Aras
Terkini
Rabu 07-10-2026,05:33 WIB
Program PKT BERSERI, Pupuk Kaltim Siapkan Kemandirian Petani Bulutana Kelola Potensi Lokal
Rabu 07-10-2026,04:38 WIB
Penasehat Hukum Korban Minta Oknum Guru di Jeneponto Tersangka Penganiayaan Murid Segera Ditahan
Selasa 06-10-2026,21:51 WIB
Setia dengan Appi, Ketua AMPI Makassar Tunggu Instruksi untuk Hengkang
Selasa 06-10-2026,21:29 WIB
FDT 2026 Meriah, Kadin Wajo Ungkap Dukungan Andi Iwan Aras
Selasa 06-10-2026,21:25 WIB