Leandro Trossard dan Kevin De Bruyne bekerja sama membangun serangan sebelum Timothy Castagne mengirim umpan silang akurat yang disundul Charles De Ketelaere ke pojok gawang. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pertandingan menjadi lebih terbuka. Doku hampir membawa Belgia unggul setelah kombinasi cepat dengan De Bruyne. Tapi tendangan Maxim De Cuyper hanya mengenai sisi jaring.
Spanyol merespons lewat Yamal yang terus merepotkan lini belakang Belgia. Beberapa peluang emas tercipta melalui Yamal, Mikel Oyarzabal, dan Ferran Torres, namun Courtois tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting.
Belgia juga terus mengancam. Nicolas Raskin memberi umpan matang kepada De Bruyne, tetapi tembakan sang kapten berhasil diamankan Unai Simon.
Situasi berubah pada menit ke-71. Kiper Belgia Thibaut Courtois mengalami cedera paha dan harus ditarik keluar. Ia digantikan Senne Lammens, sebuah pukulan besar bagi Belgia.
Saat laga tampak akan berlanjut ke perpanjangan waktu, Spanyol mendapatkan momentum emas pada menit ke-88.
Tembakan Pau Cubarsí gagal ditangkap sempurna oleh Lammens dan bola liar jatuh tepat di depan Mikel Merino, yang baru masuk beberapa menit sebelumnya. Gelandang Arsenal itu dengan mudah menceploskan bola ke gawang, membawa Spanyol unggul 2-1.
Belgia mencoba menyamakan kedudukan di sisa waktu. Peluang terbaik datang ketika Alexis Saelemaekers mengirim bola ke depan gawang kosong untuk Romelu Lukaku. Tapi Aymeric Laporte melakukan sapuan akrobatik tepat waktu.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 2-1. Spanyol melaju ke semifinal berkat gol telat Merino, sementara Belgia harus mengakhiri perjalanan mereka meski memberikan perlawanan yang sangat sengit.(rus)