“Percuma air sampai ke rumah kalau warnanya cokelat, hitam, atau berbau. Peningkatan kualitas inilah yang harus terus dimaksimalkan,” katanya.
Munafri juga meminta Perumda Air Minum memperkuat kolaborasi dengan seluruh perangkat daerah agar peningkatan pelayanan dapat berjalan lebih optimal.
Menjawab pertanyaan mengenai kesiapan menghadapi musim kemarau, Munafri mengatakan Perumda Air Minum telah melakukan sejumlah langkah antisipasi, di antaranya optimalisasi sistem pompa, pengerukan saluran air, perbaikan reservoir, serta pemeliharaan jaringan distribusi.
“Semua pekerjaan itu harus dilakukan sebelum musim kemarau tiba. Harus ada perencanaan pemeliharaan dan langkah antisipasi sejak awal,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, berharap peringatan HUT ke-102 Perumda Air Minum tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum memperkuat nilai-nilai spiritual dan integritas seluruh pegawai.
Menurut Aliyah, tausiah yang menjadi rangkaian peringatan hari jadi perusahaan diharapkan mampu membangun karakter sumber daya manusia yang amanah, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Melalui tausiah ini diharapkan nilai-nilai spiritual menjadi kekuatan dalam membangun etos kerja yang amanah, profesional, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, mengatakan peringatan HUT ke-102 tahun ini digelar secara sederhana sebagai bentuk empati terhadap kondisi kemarau yang berdampak pada penyediaan air bersih.