KKN Unhas Alliritengae Tutup Program dengan Seminar Hasil Delapan Program Kerja

Jumat 14-08-2026,06:50 WIB
Editor : Muh. Seilessy

DISWAY, SULSEL - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Universitas Hasanuddin (Unhas) memaparkan capaian delapan program kerja yang telah dilaksanakan di Kelurahan Alliritengae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, melalui seminar hasil yang digelar pada Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian KKN sekaligus memaparkan dampak program yang diharapkan dapat terus dimanfaatkan masyarakat.

 

Seminar hasil dihadiri Lurah Alliritengae, sekretaris lurah beserta jajaran, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta kader kelurahan. Dalam forum tersebut, mahasiswa menjelaskan pelaksanaan program di bidang pemberdayaan UMKM, pendidikan, kesehatan mental, literasi keuangan, hingga lingkungan hidup beserta hasil dan rencana keberlanjutannya.

 

Salah satu program yang dipaparkan ialah optimalisasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pembuatan poster informasi dan promosi bagi pelaku UMKM. Kegiatan yang berlangsung pada 23 Juli 2026 di Kantor Kelurahan Alliritengae itu diikuti 38 peserta. Sebanyak 27 peserta berhasil membuat poster promosi menggunakan AI atau setara dengan tingkat keberhasilan 71,1 persen. Program tersebut juga menghasilkan Buku Panduan Cara Membuat Poster Promosi Menggunakan AI sebagai luaran yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

 

Mahasiswa juga melaksanakan pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui aplikasi GoPay Merchant dan DANA bagi pelaku UMKM. Kegiatan tersebut memberikan pemahaman sekaligus pengalaman praktik dalam membuat QRIS sebagai alternatif pembayaran digital, serta menghasilkan buku panduan untuk mendukung penerapan secara mandiri.

 

Di sektor pendidikan, mahasiswa menyelenggarakan sosialisasi hak pilih bagi pemilih pemula dan peran masyarakat sebagai pengawas partisipatif dengan menghadirkan narasumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Hasil pretest menunjukkan 40 persen siswa mencapai nilai ketuntasan minimal tujuh dari skala 10. Setelah penyampaian materi dan diskusi, hasil posttest meningkat menjadi 96 persen siswa yang mencapai nilai ketuntasan.

 

Program lain yang turut dipaparkan meliputi pelatihan peer support untuk meningkatkan dukungan sebaya bagi kesehatan mental siswa SMP Negeri 1 Maros, pelatihan hidroponik tipe bak sebagai pemanfaatan lahan terbatas, sosialisasi literasi keuangan digital dan identifikasi risiko pinjaman online, pembuatan papan PKK, serta revitalisasi gapura.

 

Perwakilan masyarakat, salah seorang ketua RW, mengapresiasi pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN yang dinilai menjawab kebutuhan warga.

 

“Terima kasih karena sudah membantu menyediakan dan menghadirkan apa yang kami butuhkan di sini,” ujarnya.

Kategori :