“Dari hasil survei, sekitar 84 persen peserta menyatakan akan kembali mengikuti Makassar Half Marathon. Pak Wali Kota melihat ini sebagai modal besar untuk mencapai target 15.000 peserta tahun depan. Tinggal bagaimana kami mencari peserta baru dan menyiapkan konsep pelaksanaan yang lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu tantangan yang perlu dikaji adalah kapasitas kawasan Anjungan Pantai Losari sebagai lokasi utama kegiatan. Karena itu, panitia akan mengevaluasi kemungkinan pengaturan jadwal maupun kategori lomba agar mampu menampung jumlah peserta yang lebih besar.
Selain peningkatan jumlah peserta, evaluasi penyelenggaraan juga menjadi perhatian. Safrita mengakui isu distribusi goodie bag menjadi catatan penting yang akan dibenahi pada penyelenggaraan berikutnya.
“Secara teknis pelaksanaan kami mendapat apresiasi, termasuk dari PB PASI. Namun, persoalan goodie bag menjadi evaluasi yang akan kami benahi. Tahun depan seluruh proses akan dipersiapkan lebih awal agar tidak terjadi kendala serupa,” tuturnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota juga meminta agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap dilibatkan secara maksimal dengan waktu persiapan yang lebih panjang sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Terkait pembiayaan penyelenggaraan, Safrita menegaskan bahwa MHM tetap akan mendapat dukungan Pemerintah Kota Makassar. Namun, ke depan skema pendanaannya akan diatur ulang agar lebih mandiri melalui peningkatan dukungan sponsor.
Menurut dia, dukungan pemerintah tetap dibutuhkan, terutama untuk penyediaan hadiah (prize money) seiring target MHM naik kelas menjadi ajang yang diukur oleh World Athletics dan memperoleh sanction dari PB PASI.
“Kami menawarkan agar pembiayaan ke depan lebih mandiri melalui sponsor, sementara dukungan Pemerintah Kota difokuskan pada kebutuhan strategis seperti prize money. Kami ingin Makassar Half Marathon naik kelas sehingga tentu ada konsekuensi biaya yang harus dipenuhi,” kata Safrita.