Appi dan Pergeseran Kekuatan Politik dari Partai ke Figur

Rabu 23-09-2026,10:03 WIB
Oleh: Muh. Seilessy

 

Fenomena tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa sumber daya politik tidak selalu bertumpu pada struktur dan mesin partai. Figur dengan jaringan sosial, relawan, serta basis dukungan elektoral dapat memiliki ruang tawar tersendiri dalam politik.

 

Dalam konteks dinamika politik Appi dengan Golkar, Arief menilai Wali Kota Makassar tersebut memiliki sejumlah modal politik yang dapat memengaruhi posisi tawarnya.

 

“Appi memiliki modal politik yang sangat komplet: basis relawan yang militan, dukungan anggota dewan, jaringan keluarga serta bisnis yang mengakar, hingga basis suara riil. Modal individual ini membuat daya tawar Appi jauh melampaui kelembagaan partai politik itu sendiri,” kata Arief.

 

Menurut dia, perubahan pola hubungan antara figur dan partai membuat kekuatan personal seorang politisi menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam dinamika internal maupun eksternal partai.

 

Meski demikian, Arief menekankan perlunya membedakan antara isu politik yang berkembang dan keputusan resmi terkait posisi Appi di Golkar.

 

Sebelumnya, pada Juli 2026, Appi menyatakan dirinya masih menjadi kader Partai Golkar sekaligus membantah isu yang menyebut dirinya akan meninggalkan partai tersebut.

 

Arief menilai perkembangan politik tersebut menjadi tantangan bagi partai untuk membaca perubahan basis dukungan yang dimiliki para figur politik.

 

“Saat ini sedang tidak relevan lagi kita melakukan romantisme mengharap parpol tumbuh besar dan kuat. Realitas politik hari ini menunjukkan bahwa kekuatan nyata sedang dipegang oleh kekuatan figur, bukan lagi oleh partai politik,” pungkasnya.

Kategori :