“Walaupun tidak ideal, penggunaan masker medis jauh lebih baik daripada tidak memakai masker. Setidaknya, ada partikel yang dapat tersaring sehingga paparan yang masuk ke dalam tubuh bisa dikurangi,” tambahnya.
Kelompok Rentan Diminta Lebih Waspada
Lebih lanjut, Andi Mariani mengingatkan bahwa anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia) merupakan kelompok yang lebih rentan terhadap dampak kualitas udara yang buruk.
Selain itu, masyarakat yang memiliki penyakit penyerta, seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit ginjal, juga diminta meningkatkan kewaspadaan.
Menurutnya, paparan polusi udara berpotensi memperburuk kondisi kesehatan kelompok tersebut, termasuk pada pasien yang sebelumnya berada dalam kondisi stabil.
“Kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia, cenderung lebih sensitif terhadap kondisi udara yang tidak sehat. Begitu juga masyarakat yang memiliki penyakit penyerta, seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit ginjal,” tuturnya.
Ia mengingatkan, apabila paparan udara yang tidak sehat berlangsung terus-menerus, risiko gangguan kesehatan dapat meningkat dan berpotensi membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi paparan polusi udara, menggunakan masker saat diperlukan, serta memperhatikan kondisi kesehatan, terutama bagi mereka yang termasuk kelompok rentan atau memiliki penyakit penyerta.