<p dir="ltr">DISWAY, Makassar -- Aparat kepolisian bersama Satpol PP bakal menindaki pengatur lalu lintas liar atau pak ogah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pak ogah pun terancam akan dipidanakan hingga dikenakan denda Rp 50 juta dan 3 bulan penjara atas aktivitasnya yang meresahkan.</p> <p dir="ltr">Penertiban ini dilakukan aparat yang tergabung dalam Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) pada awal Oktober 2023. Sanksi itu dikenakan untuk memberikan efek jera kepada pak ogah.</p> <p dir="ltr">"Kami akan berikan tindak pidana ringan (Tipiring) 3 bulan penjara dan denda sebesar Rp 50 juta," kata Plt. Kepala Satpol PP Makassar Ikhsan NS, Sabtu (23/09/2023).</p> <p dir="ltr">Ikhsan menegaskan sanksi itu sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 7 Tahun 2021. Regulasi itu akan diterapkan sudah dilakukan tiga kali pembinaan atau peringatan, namun pak ogah masih berulah.</p> <p dir="ltr">"Setelah tiga kali pembinaan (peringatan)," katanya.</p> <p dir="ltr">Ikhsan melanjutkan pak ogah yang terjaring razia ke depan akan dibina secara bertahap. Pihaknya akan lebih dulu melakukan pembinaan dan memberikan edukasi atas ulahnya yang meresahkan warga.</p> <p dir="ltr">"Kita kan berikan teguran, kita ambil berikan pembinaan dan nanti kan tanda tangan surat pernyataan tidak akan lakukan lagi," tutur Ikhsan.</p> <p dir="ltr">Pihaknya pun mewanti-wanti pak ogah yang dibina tidak mengulang perbuatannya. Ketika didapati berulah kembali, barulah sanksi denda hingga ancaman pidana akan diterapkan.</p> <p dir="ltr">"Kami kan sudah pernah lakukan itu beberapa bulan lalu. Alhamdulillah berhasil, ada beberapa puluhan itu kami amankan. kita berikan teguran dan mereka juga sudah tanda tangan surat pernyataan," ucapnya.</p> <p dir="ltr">"Cuma ini ada lagi muncul orang baru lagi. Itulah ditlantas juga merasa ini sangat meresahkan, banyak laporan masyarakat," sambung Ikhsan.</p> <p dir="ltr">Ikhsan menegaskan kehadiran pak ogah di jalan tidak boleh dibiarkan lantaran bukan tugasnya untuk mengatur lalu lintas. Selain meresahkan pengguna jalan, aktivitasnya juga membahayakan pengguna jalan termasuk mereka sendiri.</p> <p dir="ltr">"Kan ini tidak dibenarkan mereka begitu, mereka tidak punya keahlian dan bukan tugasnya. Dan meresahkan secara pengguna jalan merasa terganggu. Yang kedua juga untuk keselamatan dia yang bersangkutan dan orang lain," tegasnya. </p>
Satpol PP Tindaki Pak Ogah yang Resahkan Pengguna Jalan
Sabtu 23-09-2023,15:12 WIB
Reporter : Muhammad Seilessy
Editor : Muhammad Seilessy
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 11-04-2026,10:26 WIB
Dukung Pembangunan KMP, Pemkab Gowa Siapkan 16 Titik Lahan
Sabtu 11-04-2026,16:30 WIB
Poros Malino Rusak Berat, Pengguna Jalan Seolah Melintas di Jalan Ternak
Sabtu 11-04-2026,10:58 WIB
Bupati Takalar Serahkan Penghargaan kepada Burhan, Peraih Juara 3 Nasional Lomba Dongeng
Sabtu 11-04-2026,19:40 WIB
Hashim Djojohadikusumo Jadi Ketua Penasihat APPMBGI, Ingin Pastikan MBG Berjalan Efektif
Sabtu 11-04-2026,14:52 WIB
Iman dan Krisis Ekologis: Membaca Ulang Tanggung Jawab Manusia Sebagai Khalifah
Terkini
Minggu 12-04-2026,09:05 WIB
Golkar Sulsel Tegaskan Partai Terbuka, Semua Kader Bisa Maju di Musda XI
Sabtu 11-04-2026,19:40 WIB
Hashim Djojohadikusumo Jadi Ketua Penasihat APPMBGI, Ingin Pastikan MBG Berjalan Efektif
Sabtu 11-04-2026,16:30 WIB
Poros Malino Rusak Berat, Pengguna Jalan Seolah Melintas di Jalan Ternak
Sabtu 11-04-2026,15:25 WIB
Appi Resmikan SIT Raffasya, Tekankan Pendidikan Qur'ani Jawab Krisis Etika Anak
Sabtu 11-04-2026,14:52 WIB