Lontara+ Perkuat Layanan Publik, Fokus SPMB 2026 dan Integrasi lima SKPD
Andi Gita Namira--
DISWAY, SULSEL – Pemerintah Kota Makassar terus memaksimalkan pengembangan aplikasi Lontara+ sebagai platform layanan publik terintegrasi. Tahun ini, Lontara+ akan memperkuat kolaborasi dengan kelurahan serta RT/RW guna meningkatkan sosialisasi dan pemanfaatan aplikasi di tengah masyarakat.
Tenaga Ahli Pemerintah Kota Makassar, Andi Gita Namira, menjelaskan bahwa saat ini Lontara+ dapat diakses melalui perangkat Android dan iPhone. Ke depan, layanan tersebut juga akan dimigrasikan ke platform berbasis web agar semakin mudah dijangkau.
“Ke depan kita akan migrasi ke web. Jadi masyarakat cukup mengunduh aplikasi, memindai barcode, atau mengklik tautan untuk langsung menyampaikan aduan melalui Lontara+,” ujar Andi Gita Namira.
Saat ini, fitur utama Lontara+ adalah layanan pengaduan masyarakat. Selain itu, tersedia pula fitur informasi pariwisata yang memuat berbagai destinasi dan informasi wisata di Kota Makassar.
Namun, pengembangan terbesar tahun ini difokuskan pada lima Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yakni Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), serta Dinas Sosial (Dinsos).
Menurut Andi Gita Namira, penguatan sistem di Dinas Pendidikan menjadi prioritas, khususnya pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Tahun lalu ada beberapa catatan dalam pelaksanaan SPMB, termasuk gangguan server. Tahun ini kami persiapkan lebih matang agar tidak ada lagi sistem yang down. Kami juga menyiapkan dasbor monitoring dan evaluasi untuk wali kota agar bisa memantau potensi kecurangan di sekolah,” jelasnya.
Akses SPMB dan Aduan Terintegrasi
Untuk pendaftaran SPMB, masyarakat nantinya akan diarahkan melalui Lontara+. Namun, proses pendaftaran tetap dilakukan melalui website resmi karena tahapan dan skemanya cukup panjang.
“SPMB tetap berbasis website karena alurnya panjang. Di aplikasi Lontara+, masyarakat bisa melihat peringkat secara langsung dan informasi ketersediaan bangku di sekolah,” katanya.
Selama masa pelaksanaan SPMB, akan tersedia tombol khusus pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kendala.
“Jika ada kesulitan saat SPMB berjalan, masyarakat bisa langsung menyampaikan aduan melalui tombol yang tersedia, dan kami akan bantu,” tambahnya.
Antisipasi Gangguan Jaringan
Gangguan jaringan yang sempat terjadi pada pelaksanaan SPMB tahun lalu menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Makassar. Untuk mengantisipasi hal serupa, strategi teknis telah disiapkan, termasuk pemisahan server berdasarkan jenjang pendidikan.
“Tahun ini kami membedakan server PAUD, SD, dan SMP. Jika sebelumnya digabung, sistemnya memang berat. Dengan strategi ini, potensi down bisa diminimalkan,” ungkap Andi Gita Namira.
Integrasi Dukcapil dan Rencana Kolaborasi dengan Grab
Selain Disdik, penguatan sistem juga dilakukan di Dukcapil, khususnya dalam penataan sistem antrean pembuatan KTP dan dokumen kependudukan lainnya. Bahkan, Pemkot Makassar merencanakan integrasi layanan dengan platform transportasi daring untuk mempermudah masyarakat.
“Kami akan integrasikan dengan layanan transportasi daring agar masyarakat yang tidak punya waktu datang ke kantor bisa terbantu, misalnya untuk pengiriman berkas,” jelasnya.
Sementara itu, pengembangan sistem di Bapenda akan dilakukan setelah Disdik dan Dukcapil, mengingat kompleksitas dan aspek keamanan yang tinggi karena berkaitan dengan pendapatan daerah.
Kemudian, Dalam jangka panjang, Pemkot Makassar menargetkan konsolidasi website seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke dalam ekosistem Lontara+. Namun, pendekatan yang dilakukan bukan dengan membangun sistem baru, melainkan memperbaiki dan mengintegrasikan sistem yang sudah ada.
“Kami tidak membuat sistem baru, tetapi membantu memperbaiki sistem yang sudah ada di OPD. Dengan bekerja sama, pengembangan akan lebih mudah dan efisien,” ujarnya.
Capaian Unduhan dan Rating Meningkat
Sejauh ini, jumlah unduhan Lontara+ telah mencapai sekitar 50 ribu pengguna. Dari sisi penilaian pengguna, aplikasi ini mencatat rating 4,2 di Android dan 4,7 di iPhone. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan aplikasi sebelumnya yang hanya memperoleh rating 2.
“Ini menjadi pencapaian bagi Lontara+. Artinya, masyarakat mulai merasakan manfaat dari layanan yang kami kembangkan,” tutup Andi Gita Namira.
Sumber:

