DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

Bergumul dengan Kumur Ruslin

Bergumul dengan Kumur Ruslin

--

Dia tak ingin menjadi sekedar peneliti camidu yang hanya berada di menara gading. Camidu istilah populer dikalangan warga Makassar yang akronim “catat mi dulu” (catat saja dulu,red).  

Ruslin segera melakukan hilirisasi hasil penelitiannya yang sudah dipatenkan menjadi bisnis. “Sudah ada beberapa mitra dari luar negeri yang tertarik memproduksi secara komersial. Sisa izin edarnya sementara diurus,” tambahnya.

Hilirisasi hanya mungkin terjadi, menurutnya, ketika riset bertemu dengan ekosistem kebijakan yang tepat. Seperti mekanisme alih teknologi yang efektif, kapasitas kelembagaan technology transfer office yang profesional, sistem insentif yang mendorong hak paten, kemitraan universitas–industri yang berkelanjutan, serta kerangka regulasi pengadaan dan pembiayaan inovasi yang memberi ruang bagi eksperimen. 

Tanpa prasyarat tersebut, lanjutnya, kolaborasi akademik, termasuk dengan universitas kelas dunia, berisiko berhenti pada publikasi ilmiah tanpa dampak yang berarti.

Yang dikembangkan Ruslin berupa formula obat kumur (mouth rinse) dari alga coklat. Kegunaannya banyak. Anti perdarahan, anti bengkak, anti infeksi. Selain itu ada juga formula spons gigi hemostatik dari ekstrak daun tumbuhan dan alga coklat, sebagai obat anti perdarahan yang juga memiliki efek mempercepat proses pemulihan pasca penanganan pencabutan gigi atau terapi luka jaringan lunak maupun jaringan keras dalam rongga mulut

“Apa keunggulan obat kumur ini?” 

“Semuanya berasal dari bahan baku alami, lebih nature dan dijamin halal.”   

Formula obat kumur dari alga coklat, lanjut Ruslin, berasal dari kandungan bahan rumput laut (seawed) sedangkan yang bahan    spons diambil dari kandungan kombinasi daun tumbuhan dan alga coklat yang merupakan nature resources.                   

Disamping meriset seaweed, Prof Ruslin juga mecari bahan material dari laut untuk material pengganti tulang, yaitu coral.

“Bukankah coral dilindungi?” tanya saya

“Kami akan budidaya coralnya, jadi tidak mengambil dari alam,” ujarnya memastikan ketersediaan dan keberlanjutan pasokan bahan bakunya.

Lalu, sebagai dosen sekaligus pejabat struktural tentu Ruslin amat sibuk. Hari itu, beberapa kali ia pamit meninggalkan ruangan. “Maaf, saya tinggal sebentar, dipanggil pak Rektor.” 

Meski jadi birokrat kampus tak menyurutkan semangatnya menjadi ilmuwan. Data research activity Ruslin selama kurun waktu 2015-2026 menunjukkan grafik peningkatan. Bahkan naik tajam pada 2024 dan 2025 justru saat dirinya menjabat orang nomor dua di puncak pimpinan Universitas. “Kita harus pandai membagi waktu,” ujarnya beralasan. 

Pada momen lain, ruang kerjanya yang cukup luas dijadikan ruang kuliah hybrid dan dia bisa menugaskan dosen muda dan mahasiswa senior yang dibimbing untuk membantu melaksanakan penelitian. 

Tak begitu lama, tiba-tiba dihadapan saya muncul dua wanita muda. Langsung membuka laptop dan berdiskusi ringan. 

Sumber: