Dari Tong Sampah ke Masa Depan
--
Apa yang kamu lakukan terhadap sesuatu yang sudah tidak kamu perlukan?
Di situlah pendidikan menemukan makna sebenarnya.
Seseorang dapat bergelar doktor, tetapi masih membuang puntung rokok dari kendaraan.
Seseorang dapat berbicara panjang tentang pembangunan berkelanjutan dalam seminar di hotel, tetapi meninggalkan botol plastik di ruang rapat.
Seseorang dapat berpidato tentang masa depan generasi muda, tetapi membiarkan sungai di belakang rumah menjadi tempat pembuangan sampah.
Ironis? Tentu.
Namun, persoalannya bukan pada kurangnya slogan. Persoalannya adalah jarak antara apa yang kita katakan dan apa yang kita lakukan.
Sumber:

