Klaim Proaktif, Langkah Menuju Rumah Sakit Sehat dan Layanan Prima
Angriany Rauf (Direktur Perencanaan Keuangan RSUP Tajuddin Chalid)--
Tata Kelola Klaim Proaktif juga demikian. Tidak cukup hanya dengan membuat alur baru kemudian berharap semua orang langsung mengikutinya. Perubahan harus dipahami sebagai kebutuhan bersama.
Dokter perlu memahami mengapa dokumentasi klinis yang lengkap penting bagi proses klaim. Perawat perlu memahami bahwa catatan pelayanan bukan hanya untuk kebutuhan klinis. Coder perlu berkomunikasi dengan tenaga medis ketika menemukan informasi yang membutuhkan klarifikasi.
Tim keuangan perlu memahami proses pelayanan yang melahirkan klaim. Demikian pula sebaliknya. Semakin baik komunikasi antarbagian, semakin kecil kemungkinan setiap unit bekerja dalam ruangnya masing-masing. Di sinilah perubahan budaya organisasi mulai terbentuk. Dari budaya “ini pekerjaan saya” menjadi “ini tanggung jawab kita”.
Dari budaya menunggu masalah menjadi budaya mencegah masalah. Dari bekerja berdasarkan unit menjadi bekerja berdasarkan proses. Dan dari orientasi menyelesaikan pekerjaan menjadi orientasi menghasilkan manfaat.
Kolaborasi adalah Kunci Keberlanjutan
Tidak ada inovasi yang dapat bertahan apabila hanya bergantung pada satu orang atau satu kelompok. Tata Kelola Klaim Proaktif membutuhkan ekosistem kerja yang saling mendukung. Karena itu, sinergi dengan BPJS Kesehatan, institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dari perjalanan inovasi ini.
Kolaborasi tersebut bukan hanya soal menyelesaikan persoalan teknis klaim. Lebih jauh, kolaborasi merupakan proses membangun kesamaan pemahaman.
Dalam teori stakeholder, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kepentingan internal.
Organisasi juga harus mampu membangun hubungan dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap proses dan hasil organisasi. Rumah sakit adalah contoh nyata organisasi yang memiliki banyak pemangku kepentingan. Ada pasien, tenaga kesehatan, pegawai, pemerintah, BPJS Kesehatan, institusi pendidikan, pemasok, serta masyarakat luas.
Masing-masing memiliki kepentingan yang berbeda, tetapi memiliki titik temu yang sama: pelayanan kesehatan yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
Karena itu, membangun tata kelola klaim yang baik juga berarti membangun komunikasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.
Proyek Perubahan Bukan Sekadar Proyek
Bagi kami, proyek perubahan bukan sekadar menyelesaikan sebuah proyek. Yang lebih penting adalah bagaimana proyek tersebut meninggalkan cara kerja baru.
Jika setelah proyek selesai seluruh proses kembali seperti sebelumnya, maka perubahan tersebut belum benar-benar menjadi budaya organisasi. Karena itu, ukuran keberhasilan Tata Kelola Klaim Proaktif bukan hanya pada terselesaikannya sebuah kegiatan.
Keberhasilannya juga perlu dilihat dari apakah cara berpikir proaktif sudah menjadi bagian dari keseharian organisasi.
Sumber:

