DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

Otomatisasi AI dan Masa Depan Talenta Muda

Otomatisasi AI dan Masa Depan Talenta Muda

Dr. Safrida, S.E., M.M (Dosen Program Studi S2 Manajemen Institut Andi Sapada)  --

Pada akhirnya, keberhasilan pemanfaatan AI tidak seharusnya diukur hanya dari jumlah jam kerja yang dapat dihemat atau biaya operasional yang dapat ditekan. Organisasi perlu melihat apakah kapasitas yang dibebaskan oleh AI benar-benar dialihkan menjadi peningkatan kompetensi, pengembangan inovasi, perbaikan layanan, riset, pemecahan masalah, dan kualitas pengambilan keputusan. AI yang menghemat ribuan jam kerja, tetapi tidak menghasilkan kemampuan baru maupun nilai tambah, belum tentu menciptakan transformasi yang berarti. Sebaliknya, AI dapat menjadi kekuatan strategis apabila waktu yang dihemat digunakan untuk meningkatkan kapasitas manusia dan memperkuat kualitas organisasi.

Masa depan SDM tidak seharusnya dipahami sebagai persaingan antara manusia dan AI. Tantangan yang lebih penting adalah merancang sistem kerja dan pendidikan yang memungkinkan manusia berkembang bersama teknologi. Perusahaan perlu menjaga jalur pembentukan talenta ketika tugas rutin semakin terotomatisasi, perguruan tinggi perlu menyiapkan lulusan yang kritis dan bertanggung jawab, sedangkan pemerintah perlu memperluas akses reskilling dan upskilling. Dengan pendekatan tersebut, AI tidak akan menghilangkan anak tangga awal menuju profesionalisme, melainkan dapat menjadi sarana untuk mempercepat pembelajaran dan memperkuat kapasitas manusia.

Sumber: