60 Unit SPPG di Gowa Perkuat Program MBG
PERESMIAN SPPG--- Wabup Gowa, Darmawangsyah Muin bersama Kapolres Gowa dan Ketua DPRD Gowa, Ramli Siddik menghadiri peresmian SPPG Bajeng Barat, Minggu (11/1/2026)--
HARIAN DISWAY,BAJENG BARAT-----Program nasional makan bergizi gratis atau MBG terus dioptimalkan oleh pemerintah. Tak hanya pemenuhan gizi, MBG juga menggerakkan perekonomian.
Khusus di Kabupaten Gowa, hingga awal 2026 sebanyak 60 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah dibangun untuk memperkuat MBG.
Paling teranyar SPPG di Dusun Romang Lompoa, Kecamatan Bajeng Barat, yang Diresmikan oleh Wakil bupati (Wabup) Gowa, Darmawangsyah Muin, Minggu (11/1/2025).
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Makassar, Handayani mengungkapkan, dari 60 SPPG di Kabupaten Gowa yang telah dibangun, 55 unit di antaranya aktif dan lima siap operasional.
"Satu SPPG dapat mengelola anggaran Rp850 juta hingga Rp1 miliar per bulan dan menyerap puluhan tenaga kerja," ujar Handayani di sela peresmian SPPG Bajeng Barat.
Menurut Handayani, jika seluruh SPPG beroperasi optimal, perputaran ekonomi di Gowa diperkirakan bisa mencapai Rp60 miliar per bulan.
"Makanya, penting sinergi pemerintah daerah dalam mendukung pasokan bahan pangan, termasuk sektor pertanian, peternakan, sayur, buah, serta mengatasi tantangan harga bahan pangan dan ketersediaan susu yang masih terbatas," imbuhnya.
Wabup Gowa, Darmawangsyah Muin menyampaikan, SPPG Bajeng Barat dibangun berkat hasil kolaborasi Polres Gowa dan Yayasan Kemala Bhayangkari.
Kata dia, keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
"Ini bagian dari komitmen Polres dan Bhayangkara Gowa dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat," ujar Wabup DM akronimnya.
Suami Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah itu menegaskan, pembangunan SPPG di Kabupaten Gowa perlu dipercepat dan diperluas agar dapat menjangkau seluruh wilayah.
Sebab menurutnya, kehadiran SPPG menjadi salah satu kebutuhan yang banyak disampaikan masyarakat saat pemerintah daerah melakukan kunjungan ke kecamatan-kecamatan.
"Semakin cepat SPPG dibangun dan beroperasi, semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Kami berharap SPPG di Bajeng Barat ini menjadi pemicu hadirnya SPPG lain di berbagai wilayah Gowa," ungkap DM.
Ketua KONI Sulsel ini juga menyinggung capaian Gowa dalam penurunan angka stunting. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Gowa pada 2025 turun signifikan menjadi 17 persen dari sebelumnya 21,1 persen, menjadikannya salah satu daerah dengan angka stunting terendah di Sulawesi Selatan. Capaian tersebut, kata dia, perlu terus diperkuat melalui optimalisasi program MBG dan SPPG.
Sumber:

