DPRD Kota Makassar
PEMKOT MAKASSAR

Permintaan Uang Mengatasnamakan Media Bikin PWI Geram, Kadisdik Gowa Imbau Kepsek Berhati-hati

Permintaan Uang Mengatasnamakan Media Bikin PWI Geram, Kadisdik Gowa Imbau Kepsek Berhati-hati

Wakil Ketua PWI Gowa, Yuzrisal Kamaruddin--

HARIAN DISWAY,GOWA---Kepala SMP di kabupaten Gowa tengah gundah. Mereka dibuat resah oleh adanya oknum media tertentu yang meminta uang bervariasi senilai Rp300-500 ribu. 

Permintaan uang itu dikirimkan via pesan whatshapp ke nomor ponsel kepala sekolah secara berantai, Rabu (14/1/2026). 

"Saya kaget, tiba-tiba ada masuk pesan whatshapp permintaan uang mengatasnamakan media. Setelah koordinasi dengan sejumlah teman kepala sekolah yang lain, ternyata juga mendapat pesan serupa," tutur Kepala SMP Negeri 1 Sungguminasa, Sutopo. 

Melihat bunyinya, permintaan uang itu bernada negosiasi terkait adanya temuan penyelewengan dana BOS di semua SMP di Kabupaten Gowa.

 "Saya tidak ladeni, tetapi tetap membuat resah teman-teman kepala sekolah," ucap Sutopo. 

Kepala SMP Negeri 4 Sungguminasa, Tawakkal yang dihubungi juga membenarkan adanya permintaan uang masuk di nomornya mengatasnamakan media tertentu. 

"Ada juga masuk di nomor saya. Tapi saya tidak gubris," ungkap Tawakkal.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Gowa, Taufiq Mursad saat dikonfirmasi mengaku lebih dahulu menerima pesan permintaan uang tersebut. "Saya juga mendapat WA seperti itu. Mungkin saya dulu di WA baru kepala sekolah," ungkap Taufiq malam tadi.

Bekas Kepala Bappeda Gowa itu mengimbau kepada kepala sekolah agar lebih berhati-hati terhadap permintaan sumbangan dana seperti itu. Apalagi, mengatasnamakan media tertentu.

"Sebaiknya kepsek berhati-hati dengan permintaan dana/ sumbangan yang masuk ke sekolah," imbaunya.

Permintaan uang mengatasnamakan media tertentu kepada kepala SMP tersebut menuai kecaman keras dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gowa. 

Salah satu Wakil Ketua PWI Gowa, Yusrizal Kamaruddin menegaskan, praktik-praktik permintaan uang seperti itu merupakan bentuk penyimpangan profesi.

Pria yang karib disapa Bang Yos  itu berharap aparat lenegak hukum jeli melihat isu yang meresahkan sebuah instansi dan  masyarakat, khususnya kepala sekolah.

"Semoga aparat kepolisian bisa mendalaminya  dan apabila menemukan ada unsur intimidasi kiranya bisa  memproses secara hukum karena telah mencemarkan profesi media atau Pers dan merugikan masyarakat," tegasnya. 

Sumber: