Mutasi Jilid II, Bupati Talenrang Plot Emy Pratiwi Kadis Kominfo, dr Gaffar Didefenitifkan
MUTASI JILiD IJD--- Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menyerahkan SK pelantikan kepada Kadis Kominfo-SP yang baru, Emy Pratiwi Latief di Baruga Karaeng Galesong, Senin (6/4/2026)--
GOWA, HARIAN DISWAY-----Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang kembali melakukan penyegaran. Dalam mutasi yang kedua di pemerintahannya bersama wakinya H Darmawangsyah Muin, Bupati Talenrang fokus mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon 2 yang kosong.
Dari sejumlah pejabat eselon 2 yang dilantik oleh bupati perempuan itu di Baruga Karaeng Galesong kantor bupati Gowa, Senin (6/4/2026) rerata diberi promosi dari level jabatan sebelumnya.
Salah satu di antaranya ialah Emy Pratiwi Hosen. Isteri pejabat Kementrian PDT, Luthfi Latief itu diplot oleh Bupati Talenrang menjabat Kadis Kominfo-SP Kabupaten Gowa.
Emy mengisi posisi pejabat sebelumnya, Arifuddin Saeni yang telah purna bakti. Kemudian dr Gaffar didefenitifkan sebagai Dirut RSUD Syekh Yusuf. Selama ini, dr Gaffar menjabat Plf Dirut RSUD Syekh Yusuf menggantikan dr Ummu Salamah yang dipenjara karena tersandung kasus dugaan korupsi JKN.
Pejabat eselon 2 lainnya yang dilantik oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang ialah Indra Said sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Indra Said mengisi posisi yang ditinggalkan Roztam Razak karena purna bakti.
Posisi pimpinan SKPD lainnya yang kosong dan diisi oleh pejabat baru ialah Kadispora. Muh Sahir dilantik sebagai Kadispora Gowa yang baru. Kadispora Gowa sebelumnya dijabat oleh Ary Mahdin Aspari yang pada mutasi perdana Bupati Talenrang di penghujung akhir tahun 2025 lalu digeser menjabat Kadis Pariwisata Kebudayaan.
Selanjutnya, Muhammad Natsir Arif sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, dan Abidzar Husain dari Sekretaris Dinas LH, promosi menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menegaskan penguatan tata kelola birokrasi berbasis kinerja menjadi poin utama yang ditekankan dalam mutasi edisi kedua itu.
Ia menyampaikan, selain sebagai bentuk penyegaran, mutasi ini juga sebagai bagian dari konsolidasi organisasi untuk memastikan percepatan capaian program prioritas daerah dan peningkatan kualitas layanan publik.
Talenrang menegaskan, bahwa pengisian jabatan struktural harus berdampak langsung pada efektivitas pemerintahan. Makanya, isteri Khaerul Aco itu meminta pejabat yang dilantik segera melakukan penyelarasan program kerja dengan target pembangunan daerah serta indikator kinerja yang terukur.
“Jabatan ini adalah mandat kinerja yang harus ditunjukkan melalui capaian konkret. Setiap program harus memiliki output dan outcome yang jelas serta terukur,” ujar Talenrang.
Bupati Talenrang menyoroti pentingnya pengambilan keputusan yang cepat dan berbasis data di tengah dinamika kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Menurutnya, birokrasi harus bergerak adaptif dan meninggalkan pola kerja yang tidak produktif.
“Saya membutuhkan pemimpin perangkat daerah yang mampu merespons persoalan secara cepat, berbasis data, dan berorientasi pada solusi,” tegasnya.
Selain aspek kinerja, Bupati Talenrang juga menekankan integritas sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas pemerintahan. Ia mengingatkan seluruh pejabat untuk menjaga akuntabilitas dan menghindari praktik yang berpotensi merugikan keuangan daerah maupun kepercayaan publik.
Sumber:

