Polres Bone Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Irigasi 2025 BBWS Pompengan Jeneberang
--
BONE, DISWAY,- Dugaan tindak pidana korupsi pada proyek irigasi tahun anggaran 2025 yang bersumber dari Balai Besar Wilayah Sungai ( BBWS ) Pompengan Jeneberang dan menelan anggaran puluhan miliar rupiah kini mulai ditangani oleh pihak kepolisian.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penanganan kasus tersebut telah masuk dalam tahap penyelidikan oleh Polres Bone. Aparat tengah mengumpulkan sejumlah dokumen serta keterangan dari pihak-pihak terkait guna mendalami potensi pelanggaran dalam proyek tersebut.
Dalam proses penelusuran awal, ditemukan adanya dugaan kekurangan volume pekerjaan pada beberapa titik proyek. Salah satu temuan yang mencuat yakni perbedaan spesifikasi tinggi pondasi. Berdasarkan gambar perencanaan, tinggi pondasi seharusnya mencapai 70 sentimeter, namun di lapangan hanya ditemukan sekitar 60 sentimeter.
" Kami disuruh bos 60 Senti " ujar pekerja bernama Rabbani.
Selain itu, dugaan ketidaksesuaian juga terjadi pada pembayaran upah tenaga kerja. Dimana pengerjaan di irigasi Sanrego diketahui Pekerja diupah 100 ribu per permeter sedangkan di irigasi Palakka diketahui Pekerja hanya diupah 83 ribu per meter dimana diduga dua lokasi tersebut satu paket.
Herul yang merupakan kepala tukang di proyek irigasi Palakka tepatnya di titik di Kelurahan Toro Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone mengatakan bahwa proyek yang dikerjakannya itu diurus oleh beberapa pihak dan dirinya merupakan orang ke enam sehingga diduga menjadi penyebab mendapatkan upah yang rendah
" Awalnya 100 disini ( upah tukang per meter .red) Orang kelima yang panggilka ini ,ketemuka sama orangnya ,anggota ji dia orang kelima" terang Herul.
Sumber:

