Dituding Selewengkan Dana BOS Rp1,1 Miliar, Kamad MTsN Gowa Bantah
DUGAAN PENYELEWENGAN--- Flyer tudingan dugaan penyelewengan dana BOS MTsN Gowa--
GOWA, HARIAN DISWAY----Kepala MTsN Gowa, Mansur Patiori kembali dituding menyelewengkan dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS.
Tudingan dugaan penyelewengan dana BOS di MTsN Gowa itu tersebar dalam sebuah flyer di beberapa platform media sosial.
Dalam flyer tersebut mengatasnamakan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Sulsel. Mereka merencanakan menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan penyelewengan dana BOS di MTsN Gowa pada Senin (27/7/2026).
Ada tiga tuntutan yang tercantum di flyer itu. Pertama mendesak Kepala MTsN Gowa dicopot. Kedua mendesak Polrestabes Gowa melakukan pengusutan terkait dugaan penyalahgunaan Dana BOS di MTsN Gowa sebesar Rp1,1 miliar pada tahun anggaran 2025-2056. Ketiga menuntut Kepala Kantor Kemenag Gowa dicopot karena dinilai lalai dalam melakukan pengawasan kepada madrasah.
Terkait tudingan tersebut, Kepala MTsN Gowa, Mansur Patiori saat dikonfirmasi membantah. Ia menegaskan, tudingan penyelewengan dana BOS itu tak Benar.
"Tidak benar itu. Bagaimana bisa kita menyelewengkan dana BOS sebesar Rp1,1 miliar sementara dana BOS yang kita terima disini tidak sampai senilai itu," elak Mansur via telepon, Kamis (23/7/2026).
Ia menyebutkan, jumlah total siswa di MTsN Gowa hanya 450 orang. Dengan rincian menerima alokasi dana BOS Rp1,1 juta persiswa.
"Jadi secara logika tidak masuk akal dengan jumlah siswa hanya 450 orang lalu dituduh menyelewengkan dana BOS sebesar Rp1,1 miliar," ketusnya.
Mansur mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah mengagendakan pertemuan dengan pihak Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Sulsel itu.
"Kami sudah bicara. Jadi nanti PPK dana BOS kami dan Humas yang akan menemui mereka klarifikasi sekalian ngopi," ungkap Mansur Patiori.
PPK Dana BOS MTsN Gowa, Syaifuddin juga menyampaikan bahwa sudah ada agenda pertemuan dengan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Sulsel.
"Agendanya Jumat siang (hari ini) kami bertemu untuk klarifikasi," sebutnya.
"Ada dua yang dipersoalkan. Selain masalah penyelewengan dana BOS juga soal PTL," bebernya.
Senada dengan kepala madrasah, Syaifuddin juga menyatakan, tudingan itu tidak benar.
Sumber:

