Dari Tong Sampah ke Masa Depan
--
Oleh: Mashud Azikin
DISWAY, SULSEL - Ada satu kebiasaan yang tampaknya telah lama mengakar dalam kehidupan kita: ketika sesuatu tidak ingin dilihat, kita memindahkannya.
Masalah politik diserahkan kepada panitia. Masalah sosial diserahkan kepada pemerintah. Masalah lingkungan diserahkan kepada dinas terkait. Dan sampah? Kita serahkan kepada petugas kebersihan untuk kemudian dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Setelah itu, kita merasa persoalan selesai.
Rumah bersih. Halaman bersih. Jalan terlihat rapi. Kota tampak bersih. Seolah-olah masalah sampah berakhir ketika kantong hitam meninggalkan halaman rumah.
Padahal, sampah tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya berpindah dari tempat yang mengganggu pandangan kita ke tempat yang mungkin mengganggu kehidupan orang lain.
Di situlah persoalan sampah sesungguhnya bermula.
Sumber:

