HARIAN DISWAY,GOWA----Kabupaten Gowa masih terus diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir. Tingginya curah hujan tersebut sesuai dengan prakiraan BMKG.
Pemkab Gowa pun meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana yang berpotensi terjadi saat cuaca ekstrem
“Pastinya dalam bentuk apapun kejadian yang terjadi di Kabupaten Gowa, pasti akan cepat kita tindaklanjuti. Saya sudah meminta Kepala BPBD Kabupaten Gowa bersama dinas terkait untuk cepat tanggap terhadap hal-hal yang mungkin terjadi di Kabupaten Gowa,” ungkap Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, Jumat (16/1/2026).
Bupati perempuan itu berkata, mengacu pada kondisi geografis Kabupaten Gowa, rawan terjadi bencana seperti longsor. Mengingat, sebagian wilayah Kabupaten Gowa ialah dataran tinggi. Makanya, sebagai orang nomor satu di Kabupaten Gowa, sedari awal dirinya telah menginstruksikan semua aparat di segala tingkatan untuk mendirikan posko siaga bencana.
“Kami siapkan posko siaga bencana di seluruh Desa dan Kelurahan, ini sudah jauh-jauh hari sudah kita aktifkan,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gowa, Wahyudin Mappagio mengatakan bahwa BMKG telah mengeluarkan status peringatan dini curah hujan tinggi untuk wilayah Kabupaten Gowa.
Dalam peringatan dini itu, BMKG memperkirakan bahwasanya hampir seluruh kecamatan berada dalam kategori siaga. Di antaranya, ada empat kecamatan ditetapkan dalam kategori awas.
Wahyudin menjelaskan bahwa sesuai arahan pimpinan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah mitigasi dengan menyebarluaskan peringatan dini ke seluruh wilayah, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, lurah, hingga kepada masyarakat luas.
“Sebagai langkah mitigasi, kami menyampaikan peringatan dini ini secara menyeluruh agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” ujar Wahyudin.
Bekas Lurah Mawang itu menjelaskan, BPBD Kabupaten Gowa melakukan pemantauan intensif terhadap titik-titik rawan bencana seperti banjir, angin kencang, dan longsor.
Selain itu, posko siaga telah diaktifkan di kantor BPBD serta di kantor-kantor desa dan kelurahan guna mempercepat koordinasi dan penanganan apabila terjadi keadaan darurat.
"BPBD juga telah mempersiapkan logistik dan peralatan pendukung tanggap darurat, antara lain kendaraan serbaguna, truk, mobil pick-up, perahu fiber dan perahu karet, life jacket, helm, serta kebutuhan logistik lainnya," terangnya.
Selain itu, BPBD Gowa juga mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di lokasi yang berpotensi terjadi musibah. Seperti aliran sungai dan berteduh di bawah pohon yang berpotensi tumbang.
“Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diimbau untuk bersiap melakukan evakuasi mandiri sementara ke tempat yang lebih aman apabila kondisi memburuk” tambahnya.
Terpisah, Camat Tinggimoncong, Andi Aso Mannuntungi Ambarala mengatakan bahwa pemerintah kecamatan bersama tripika dan sejumlah pihak juga mengaktifkan posko siaga bencana. Apalagi menurutnya berdasarkan Prakiraan BMKG wilayahnya masuk zona merah atau awas dengan curah hujan tinggi.