“KPU adalah lembaga teknis. Tugas kami menjalankan amanat undang-undang dan menjaga asas pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap perubahan kebijakan pemilu harus tetap menjamin kepastian hukum dan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
Pandangan dari ranah kebijakan disampaikan oleh Andi Hendra Paletteri, Wakil Direktur Badan Saksi Nasional Partai Golkar sekaligus Tenaga Ahli Fraksi Partai Golkar DPR RI. Ia menyatakan bahwa diskursus mengenai perubahan mekanisme pemilu merupakan sesuatu yang wajar dan bahkan niscaya dalam negara demokrasi.
“Kualitas demokrasi seharusnya berbanding lurus dengan kualitas wakil rakyat dan kepala daerah yang dihasilkan. Karena itu, membicarakan perubahan mekanisme pemilu adalah bagian dari upaya memperbaiki kualitas demokrasi,” ujarnya.
Ia juga menyinggung praktik demokrasi di negara lain sebagai bahan perbandingan. Menurutnya, bahkan di negara yang selama ini dianggap sebagai kampiun demokrasi, mekanisme pemilihan tidak selalu seragam di semua wilayah.
Dari unsur masyarakat sipil, aktivis Irwan AR menyoroti dampak sosial dari praktik pemilu langsung yang selama ini berjalan di Indonesia. Ia menilai wacana pemilu tidak langsung yang belakangan mengemuka tidak bisa dilepaskan dari tingginya biaya politik dan biaya sosial yang ditanggung masyarakat.
“Bukan hanya biaya politik yang besar, tetapi juga biaya sosial. Polarisasi di akar rumput sudah sangat parah. Ada keluarga yang harus memindahkan kuburan karena berbeda pilihan politik, bahkan pasangan suami istri yang bercerai akibat pilkada,” ujarnya.
Menurut Irwan, persoalan tersebut harus menjadi bahan pertimbangan serius dalam setiap pembahasan perubahan mekanisme pemilu, agar demokrasi tidak justru melahirkan konflik sosial yang berkepanjangan.
Dialog publik ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Kegiatan kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol peringatan Milad ke-79 HMI, yang menandai komitmen HMI untuk terus berkontribusi dalam penguatan demokrasi Indonesia.(#)