Lebih jauh, ia melihat korelasi kuat antara ketahanan budaya dan ketahanan mental. Melalui kompetisi seni dan permainan tradisional, anak-anak dididik untuk memiliki mentalitas juara, semangat kerja keras, dan sportivitas yang menjadi fondasi karakter bangsa.
Ekosistem Dana Indonesiana
Keberlangsungan festival ini tidak lepas dari dukungan skema pendanaan strategis pemerintah pusat. Festival Nene Mallomo didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiana—sebuah dana abadi kebudayaan yang bertujuan memberikan ruang bagi para pegiat budaya untuk berekspresi secara mandiri dan berkelanjutan.
Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX, Rinawati Idrus, yang hadir mewakili Kementerian Kebudayaan, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi apik antara Pemkab Sidrap dan komunitas seni lokal.
“Dana Indonesiana adalah komitmen nyata pemerintah untuk memperkuat ekosistem budaya yang inklusif dan harmonis. Kami berharap program ini menjadi penggerak utama dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat,” tutur Rinawati.
Pembukaan festival ini turut dihadiri oleh jajaran penting daerah, di antaranya Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, perwakilan Kodim 1420/Sidrap, unsur Polres Sidrap, serta para kepala OPD. Kehadiran para tokoh masyarakat dan tenaga pendidik juga menandakan bahwa pelestarian budaya merupakan kerja kolaboratif lintas sektor.
Melalui sinergi ini, Festival Nene Mallomo ke-3 diharapkan mampu melampaui sekat-sekat hiburan semata, menjadi pemantik bagi tumbuh kembangnya kesadaran kultural di kalangan generasi Z dan Alfa di Sidrap. Dengan begitu, jati diri daerah tetap kokoh berdiri di atas fondasi kearifan lokal yang luhur.