Dianggarkan 2025, Program Ketapang Desa Bontokassi Mandek

Rabu 13-05-2026,18:51 WIB
Reporter : Rusli Haisarni
Editor : Rusli Haisarni

PARANGLOE, HARIAN DISWAY---Tak semua desa sukses menjalankan program ketahanan pangan atau ketapang. Di Desa Bontokassi, Kecamatan Parangloe, Gowa, program ketapang dalam bentuk usaha bidang peternakan ayam petelur tak pernah berjalan atau mandek.

Ironisnya, anggaran Dana Desa untuk usaha ayam petelur itu telah digelontorkan sejak 2025 lalu. Nilainya sebesar Rp200 juta. Meliputi pembangunan kandang ayam, sewa lahan, bibit dan pakannya. 

"Warga sudah mempertanyakan ke pemerintah desa. Tapi tak ada jawaban pasti. Semestinya kan sudah jalan awal tahun ini. Namun sampai sekarang tidak jalan-jalan juga," ujar salah satu warga Desa Bontokassi yang minta identitasnya dirahasiakan, Selasa (12/5/2026).

Warga itu mengaku, program Ketapang tahun anggaran 2025 di desa lain di Kecamatan Parangloe, semuanya telah berjalan. Sementara di Desa Bontokassi justru mandek. Hal ini pun menjadi atensi pihak Inspektorat. 

"Informasinya sudah diperiksa Inspektorat," sebut warga itu.

Sekdes Bontokassi, Nurdin saat ditemui di kantornya, Rabu (13/5/2026) membenarkan usaha ayam petelur yang dianggarkan dalam program ketapang Dana Desa tahun anggaran 2025 itu masih mandek. 

Kata dia, yang jadi kendala, sampai saat ini bibit ayam dan pakannya belum tersedia. Baru kandang ayamnya yang ada. Itupun masih belum selesai 100 persen.

"Sepengetahuan saya disitu kendalanya. Bibit ayam dan pakannya belum ada sampai sekarang. Kalau kandangnya sisa 10 persen yang belum selesai. Inspektorat memang sudah periksa," ungkap Nurdin. 

Terkait soal anggaran, Nurdin mengakui sudah diserahkan semuanya ke pihak Bumdes selaku pengelola usaha ayam petelur itu. 

"Jadi titik kesalahan bukan pada pemerintah desa. Karena anggarannya sudah diserahkan ke pihak Bumdes," jelasnya. 

Kades Bontokassi, Haeruddin yang dikonfirmasi via telepon menyebutkan,  pihak yang diajak kerja sama membangun kandang dsn penyedia bibit ayam serta pakannya tidak profesional.

Hingga kini, bibit dan pakan untuk usaha ayam petelur itu tidak pernah disalurkan. 

"Kami bersama Bumdes terus desak pihak yang diajak kerja sama itu untuk menyelesaikan pekerjaan kandang serta menyediakan bibit dan pakannya. Sudah berulang kali kami datangi rumahnya di Desa Lonjoboko," katanya. 

Sementara itu, Ketua BumDes Desa Bontokassi, Amriadi menyampaikan selain masalah kandang dalam proses penyelesaian, bibit ayamnya juga sampai saat ini belum ada. 

"Masih tahap finishing kandangnya. Ayamnya juga belum ada ini," ungkapnya.

Kategori :