Situasi Qatar semakin sulit ketika Homam El Amin mendapat kartu merah pada menit ke-33 setelah menjatuhkan Buchanan di luar kotak penalti.
Awalnya wasit memberikan penalti dan kartu kuning, tetapi VAR mengubah keputusan menjadi tendangan bebas serta kartu merah langsung. Unggul jumlah pemain membuat Kanada semakin dominan.
Menjelang turun minum, David mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan Abunada terhadap sundulan Larin. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 3-0 untuk Kanada.
Memasuki babak kedua, penderitaan Qatar berlanjut. Pada menit ke-51, Assim Madibo melakukan tekel keras terhadap Ismael Kone.
Setelah tinjauan VAR, gelandang Qatar itu diganjar kartu merah langsung sehingga timnya harus bermain dengan sembilan orang. Kone sendiri terpaksa ditandu keluar lapangan akibat cedera.
Kanada terus menggempur pertahanan lawan. Pemain pengganti Nathan Saliba memperbesar keunggulan menjadi 4-0 pada menit ke-64 melalui tendangan bebas spektakuler dari luar kotak penalti.
Sebelas menit kemudian, Qatar kembali kebobolan setelah Mohamed Al Mannai mencetak gol bunuh diri saat berusaha menghalau bola hasil serangan Kanada.
Meski sudah unggul jauh, Kanada tidak mengendurkan tekanan. Jonathan David hampir mencetak gol tambahan beberapa kali sebelum akhirnya melengkapi hattrick pada masa injury time.
Berawal dari percobaan tembakan Saliba yang membentur tubuhnya, David berputar dan melepaskan tembakan yang menaklukkan Abunada untuk mengubah skor menjadi 6-0.
Kemenangan telak ini mengantar Kanada ke puncak klasemen sementara Grup B dengan koleksi empat poin, sejajar dengan Swiss yang sebelumnya mengalahkan Bosnia-Herzegovina 4-1.
Selain menjadi kemenangan pertama Kanada di ajang Piala Dunia, hasil ini juga menjadi salah satu penampilan terbaik mereka di turnamen besar, dengan David tampil sebagai sosok sentral berkat tiga gol yang dicetaknya.(rus)