Sebaliknya di kubu sang lawan, penampilan impresif saat mengalahkan Austria membuat pelatih Spanyol, Luis de la Fuente diyakini tidak akan melakukan banyak perubahan pada susunan pemain.
Pedro Porro berpeluang kembali mengisi posisi bek kanan setelah tampil solid di laga sebelumnya.
Meski demikian, Marcos Llorente tetap menjadi alternatif apabila De la Fuente membutuhkan keseimbangan yang lebih baik saat meredam kecepatan Rafael Leao.
Di lini tengah, Dani Olmo kembali menjadi sosok penting dalam permainan La Roja. Kehadirannya membuat serangan Spanyol jauh lebih hidup dan kreatif.
Sementara itu, Alex Baena diperkirakan tetap dipercaya mengisi sisi kiri serangan karena Nico Williams masih belum berada dalam kondisi terbaik.
Di lini depan, Mikel Oyarzabal menjadi tumpuan utama. Penyerang Real Sociedad tersebut sedang berada dalam performa terbaik setelah mencetak dua gol ke gawang Austria.
Secara keseluruhan, ia telah mengoleksi empat gol di Piala Dunia 2026 dan mencetak 17 gol dalam 16 penampilan terakhir bersama tim nasional Spanyol.
Menyambut duel klasik Eropa ini, Portugal memilih lebih kalem. Pelatih Portugal, Martinez menegaskan bahwa timnya memberi respek pada Spanyol.
“Kami sangat menghormati kualitas Spanyol. Tapi mereka adalah tim Eropa, dan kami sangat mengenal Spanyol. Mereka juga tahu seperti apa kami,” kata Martinez dikutip dari France24.
Martinez memprediksi ini akan jadi duel lini tengah dan adu ketajaman bomber.
“Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang fantastis, dua tim yang ingin menguasai bola, ingin mencari gol dengan cepat dan menciptakan peluang,” ujarnya.
Ronaldo juga memilih tetap kalem di tengah besarnya ekspektasi yang ada di pundaknya.
“Tenang! Sekarang saatnya untuk beristirahat dengan baik. Kita tahu ini akan menjadi pertarungan,” katanya dikutip dari AS.
Spanyol bersikap beda dengan Portugal. Kubu Matador justru sangat percaya diri. Penyerang Spanyol, Lamine Yamal menegaskan sama sekali tidak gentar menghadapi Portugal.
“Kita tidak takut pada tim mana pun—kita adalah Spanyol. Kita harus membuktikannya di lapangan, tetapi kita percaya pada diri kita sendiri,” katanya seperti dilansir Mundo Deportivo.
Meski demikian, Yamal tetap respek pada sang lawan. Terutama pada Ronaldo. Remaja itu menunjukkan kekaguman, tetapi menegaskan bahwa dirinya ingin mengalahkan legenda Real Madrid itu dan melaju ke babak delapan besar.