DISWAY, SULSEL — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas komitmen dalam mengembangkan wastra dan kriya sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Tri Suswati Tito Karnavian, pada penutupan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Minggu (12/7/2026). Munafri mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi Pemerintah Kota Makassar untuk terus mengembangkan motif-motif khas daerah agar mampu bersaing dengan produk dari berbagai wilayah di Indonesia. Menurutnya, Makassar memiliki potensi besar dalam pengembangan wastra lokal. Namun, penguatan industri batik dan kerajinan masih membutuhkan dukungan, terutama melalui penambahan jumlah perajin dan pengembangan motif khas daerah. “Itu bagian dari bagaimana kita terus memaksimalkan penggunaan motif-motif lokal untuk memastikan bahwa produk lokal kita tidak kalah bersaing dengan motif dari daerah lain,” ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat menggunakan produk wastra khas Makassar, termasuk Batik Lontara, sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas daerah. Meski demikian, Munafri mengakui akses masyarakat terhadap produk-produk tersebut masih perlu diperluas. Karena itu, pemerintah akan mendorong tersedianya pusat penjualan yang mudah dijangkau dengan pilihan produk dan harga yang beragam. “Nah, ini yang akan kita pastikan ke depan, tempat pembeliannya harus mudah diakses dan produknya tersedia dengan berbagai pilihan kualitas maupun harga sehingga semua masyarakat bisa mendapatkannya,” katanya. Selain memperluas pemasaran, Pemkot Makassar juga akan memperkuat pembinaan terhadap para pembatik dan perajin agar inovasi motif serta kapasitas produksi terus meningkat. “Ini yang harus kita maksimalkan, terutama para pembatik. Kita memang belum punya banyak pembatik, sehingga motif-motif lokal itu masih perlu terus dikembangkan dengan lebih baik lagi,” ujar Munafri. Ia menegaskan keikutsertaan Pemerintah Kota Makassar pada HUT Dekranas ke-46 dan HKG PKK ke-54 bukan sekadar memamerkan produk unggulan daerah. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat pemberdayaan pelaku UMKM, melestarikan budaya lokal, sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Menurutnya, seluruh produk yang ditampilkan di stan Pemerintah Kota Makassar merupakan hasil karya para pengrajin lokal yang selama ini mendapatkan pembinaan melalui Dekranasda. “Ini adalah hasil karya para pengrajin yang ada. Kita ingin memastikan bahwa di Kota Makassar ada pemberdayaan terhadap para pengrajin sekaligus upaya melestarikan budaya yang kita miliki,” tuturnya. Munafri menambahkan, penyelenggaraan event nasional tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Makassar. Tingkat hunian hotel meningkat, begitu pula aktivitas restoran, rumah makan, pusat oleh-oleh, jasa transportasi, hingga usaha penyewaan kendaraan. “Dengan hadirnya kegiatan ini, ekonomi di Kota Makassar bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Hotel, restoran, rumah makan, pusat oleh-oleh, rental mobil dan berbagai sektor lainnya ikut bergerak karena hadirnya ribuan tamu di Kota Makassar,” katanya. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai penyelenggaraan HUT Dekranas di Makassar tidak hanya menjadi ajang promosi produk kerajinan Nusantara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi daerah tuan rumah. Menurut Tito, kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah menggerakkan sektor transportasi udara dan darat, perhotelan, kuliner, hingga UMKM. “Sektor transportasi udara pasti bergerak. Bayangkan seluruh Indonesia datang ke sini. Maskapai-maskapai harusnya berterima kasih dengan adanya acara ini,” ujarnya. Ia mengungkapkan tingkat hunian hotel di Makassar selama kegiatan berlangsung mencapai kapasitas penuh, bahkan Kemendagri harus menunda agenda lain karena keterbatasan akomodasi. Lebih jauh, Tito menekankan bahwa nilai utama penyelenggaraan Dekranas bukan hanya pada transaksi ekonomi selama acara, melainkan pada upaya mengangkat produk kerajinan Indonesia agar semakin dikenal di pasar global. Ia menyebut Indonesia memiliki keunggulan berupa keragaman produk kerajinan yang lahir dari kekayaan budaya, suku, dan sumber daya alam di berbagai daerah. Karena itu, pemerintah daerah bersama Dekranas didorong terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan pemanfaatan bahan baku lokal agar mampu memperkuat daya saing industri kerajinan nasional di pasar internasional.Kemendagri Anugerahi Kota Makassar Penghargaan Wastra dan Kriya
Minggu 12-07-2026,12:44 WIB
Reporter : Fuad
Editor : Muh. Seilessy
Kategori :
Terkait
Jumat 24-07-2026,10:45 WIB
Lewat API BAHARI, Damkarmat Makassar Bangun Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir
Kamis 23-07-2026,15:27 WIB
Azwar Rasmin Soroti Kebijakan Pemilahan Sampah, Fasilitas Dinilai Belum Siap
Rabu 22-07-2026,10:31 WIB
Distaru Makassar Targetkan Pengawasan 347 Ribu Bangunan Lebih Efektif Melalui Railing Besi
Selasa 21-07-2026,15:21 WIB
Makassar Perkuat Transformasi Digital, Aliyah Mustika Paparkan Roadmap Lontara+ di Forum ASEAN
Sabtu 18-07-2026,18:31 WIB
Ketua KONI Makassar: Hibah Rp15 Miliar untuk Pembinaan Atlet, Bukan Pengurus
Terpopuler
Minggu 26-07-2026,09:24 WIB
Tambang Liar Diduga Milik Amin Gassing Disorot, GMBI : Modus Jalan Tani
Minggu 26-07-2026,13:10 WIB
Jadi Saksi di Laporan Khaerul Aco, Adik Bupati Gowa Datangi Polda Sulsel
Minggu 26-07-2026,12:55 WIB
DPRD Makassar Duga Perubahan Site Plan GMTD Hilangkan Fasum dan Fasos, Minta Usut Tuntas
Minggu 26-07-2026,07:04 WIB
Dua Putra Ramli Rahim Tempuh Pendidikan di Madinah, Dipersiapkan Jadi Pembimbing Generasi Qur'ani RHIS
Minggu 26-07-2026,12:13 WIB
Semarak HBA ke-66, Kejati Sulsel Gelar Turnamen Tenis Kajati Cup 2026 Ajang Pererat Sinergi Lintas Instansi
Terkini
Minggu 26-07-2026,21:36 WIB
Appi Resmikan MCH Kedua, Perluas Ruang Kreatif Anak Muda
Minggu 26-07-2026,13:10 WIB
Jadi Saksi di Laporan Khaerul Aco, Adik Bupati Gowa Datangi Polda Sulsel
Minggu 26-07-2026,12:55 WIB
DPRD Makassar Duga Perubahan Site Plan GMTD Hilangkan Fasum dan Fasos, Minta Usut Tuntas
Minggu 26-07-2026,12:13 WIB
Semarak HBA ke-66, Kejati Sulsel Gelar Turnamen Tenis Kajati Cup 2026 Ajang Pererat Sinergi Lintas Instansi
Minggu 26-07-2026,09:24 WIB