DISWAY, SULSEL — Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, menggagas proyek perubahan 'Akselerasi Pengembangan Kapasitas ASN ' Aksi ASN ' sebagai bagian dari Pelatihan Kepemimpinan yang diikuti bersama sejumlah pejabat dari berbagai daerah.
Melalui proyek tersebut, BKPSDMD berupaya memperkuat sistem pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan memetakan kebutuhan pelatihan secara lebih terarah serta memanfaatkan sistem pembelajaran berbasis digital (e-learning). Kamelia menjelaskan, proyek perubahan merupakan salah satu syarat wajib yang harus diselesaikan oleh seluruh peserta Pelatihan Kepemimpinan. Setiap peserta diwajibkan menyusun inovasi yang dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. “Di Makassar ada delapan peserta yang mengikuti pelatihan ini. Masing-masing menyusun satu proyek perubahan yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja ASN sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih maksimal. Itulah tujuan utama dari proyek perubahan ini,” ujar Kamelia. Senin (13/7/2026) Ia menjelaskan, penyusunan proyek perubahan tidak dilakukan secara sederhana, melainkan melalui sejumlah tahapan, mulai dari konsultasi dengan mentor, pembimbing, hingga pengujian sebagai bentuk evaluasi terhadap kelayakan program. “Proyek perubahan ini tidak berhenti pada penyusunan konsep saja. Ada proses diskusi dengan mentor, penguji, dan pembimbing. Setelah itu, program juga harus diimplementasikan. Memang seperti itulah metode dalam Pelatihan Kepemimpinan, yaitu setiap peserta wajib menghadirkan proyek perubahan yang memberikan manfaat nyata,” katanya. Salah satu inovasi yang diusung BKPSDMD melalui proyek tersebut adalah Aksi ASN , sebuah gerakan yang berfokus pada pemetaan kompetensi pegawai sekaligus penyediaan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing ASN. Menurut Kamelia, Aksi ASN bukan sekadar menghadirkan sebuah aplikasi, melainkan membangun sistem pengembangan kompetensi ASN yang lebih efektif dan mudah diakses. “Aksi ASN bertujuan memetakan kompetensi pegawai sekaligus memberikan pelatihan yang benar-benar mereka butuhkan. Kami juga mengembangkan sistem e-learning agar seluruh ASN dapat mengikuti pelatihan dengan lebih mudah sehingga kualitas SDM terus meningkat,” jelasnya. Ia menambahkan, aplikasi hanya menjadi salah satu instrumen pendukung. Fokus utama program adalah membangun mekanisme pemetaan kompetensi dan penyusunan strategi pengembangan pegawai secara berkelanjutan. “Ini bukan sekadar aplikasi. Yang terpenting adalah gerakan dan langkah-langkah yang dilakukan untuk memudahkan pemetaan kompetensi pegawai. Kami sudah memiliki sistem manajemen talenta atau talent pool. Selanjutnya, sistem itu akan dikembangkan agar kebutuhan pelatihan, termasuk kompetensi manajerial, dapat dipetakan dengan lebih baik,” ungkapnya. Kamelia mengatakan, penggunaan e-learning menjadi solusi mengingat jumlah ASN Pemerintah Kota Makassar mencapai lebih dari 23 ribu orang. Dengan metode pembelajaran digital, pelatihan dinilai lebih efisien tanpa mengurangi kualitas materi yang diberikan. “Kalau seluruh ASN harus mengikuti pelatihan secara tatap muka, tentu membutuhkan anggaran yang sangat besar. Melalui e-learning, pegawai bisa mengakses materi kapan saja sehingga proses peningkatan kompetensi menjadi lebih efektif dan efisien,” tuturnya. Lebih lanjut, Kamelia menyebut proyek perubahan tersebut akan diterapkan secara bertahap di lingkungan BKPSDMD melalui pemetaan kebutuhan pelatihan pada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan. Setiap instansi, kata dia, akan memperoleh materi pelatihan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik tugas masing-masing. “Kami sudah mulai memetakan kebutuhan pelatihan di setiap dinas maupun kecamatan. Jadi, kebutuhannya tidak diseragamkan. Setiap OPD memiliki kebutuhan kompetensi yang berbeda, sehingga pelatihannya juga disesuaikan,” katanya. Program tersebut akan mulai diterapkan pada sejumlah OPD dalam waktu dekat dan ditargetkan terus berlanjut Kamelia berharap inovasi yang lahir melalui proyek perubahan itu tidak hanya memberikan manfaat bagi Pemerintah Kota Makassar, tetapi juga dapat menjadi model pengembangan kompetensi ASN yang diadopsi oleh pemerintah daerah lain. “Harapan kami, proyek perubahan ini tidak hanya menjadi laporan untuk Pemerintah Kota Makassar. Program ini diharapkan bisa menjadi contoh dan diadopsi oleh daerah-daerah lain dalam mengembangkan kompetensi ASN,” pungkasnya.Inovasi 'Aksi ASN', Perkuat Pemetaan Kompetensi dan Pelatihan Berbasis E-Learning
Selasa 14-07-2026,14:03 WIB
Reporter : Fuad
Editor : Muh. Seilessy
Kategori :
Terkait
Selasa 14-07-2026,15:41 WIB
Dinsos Makassar Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari Ombudsman RI
Selasa 14-07-2026,14:43 WIB
Lokal Fest Hadir di Makassar, Libatkan Kreator Lokal dan Delapan Musisi
Selasa 14-07-2026,14:03 WIB
Inovasi 'Aksi ASN', Perkuat Pemetaan Kompetensi dan Pelatihan Berbasis E-Learning
Selasa 14-07-2026,09:39 WIB
Ari Ashari Ilham Dukung Pemkot Penggunaan BTT untuk Penanganan Kekeringan
Senin 13-07-2026,21:06 WIB
Pastikan Air PDAM Kembali Mengalir, Appi Kunjungi Rumah Warga di Kerung-Kerung
Terpopuler
Selasa 14-07-2026,18:11 WIB
Hak Ditolak, Bupati Gowa Tinggalkan Sidang Pansus Hak Angket
Selasa 14-07-2026,13:42 WIB
Les Bleus Diunggulkan, Spanyol tak Gentar
Selasa 14-07-2026,09:27 WIB
Mitigasi Ancaman Banjir dan Kekeringan, BPBD Makassar Gandeng 23 Perguruan Tinggi
Selasa 14-07-2026,08:29 WIB
Pertengahan 2026, Pupuk Indonesia Sudah Berhasil Raih Laba Rp8,51 Triliun
Selasa 14-07-2026,15:41 WIB
Dinsos Makassar Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari Ombudsman RI
Terkini
Selasa 14-07-2026,21:26 WIB
Appi Sambut Kembalinya Coach Darije, Optimistis PSM Kembali Berjaya
Selasa 14-07-2026,20:16 WIB
Aliyah Minta Desain RSUD Daya Tampilkan Identitas Kota Makassar
Selasa 14-07-2026,19:21 WIB
Gagal Pimpin Demokrat, IAS Kini Bidik Kursi Ketua Golkar Sulsel
Selasa 14-07-2026,18:11 WIB
Hak Ditolak, Bupati Gowa Tinggalkan Sidang Pansus Hak Angket
Selasa 14-07-2026,15:41 WIB