Jangan Dahulukan Sanksi Sebelum Masyarakat Siap Memilah

Minggu 02-08-2026,16:33 WIB

Pemilahan dari rumah, kata dia, bahkan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan memperkuat posisi pemulung dalam rantai ekonomi sirkular.

FKH Belajar dari Pengalaman 2019

Yusran mengaitkan pentingnya edukasi dan pendampingan tersebut dengan pengalaman program bina lingkungan dalam skema tanggungjawab sosial lingkungan (TJSL) Bank Danamon pada 2019.

Menurut dia, pengalaman tersebut memberikan pelajaran bahwa program lingkungan tidak cukup berhenti pada sosialisasi.

Masyarakat harus dilibatkan dalam proses perubahan sehingga memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mempertahankan kebiasaan baru setelah program selesai.

“Yang paling penting bukan berapa kali kegiatan dilakukan, tetapi apa yang berubah setelah kegiatan itu selesai. Apakah masyarakat menjadi lebih paham, apakah perilakunya berubah, dan apakah kebiasaan itu bertahan,” ujarnya.

Bagi Yusran, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa TJSL dapat menjadi instrumen penting untuk membangun perubahan sosial dan lingkungan apabila dirancang sebagai proses pemberdayaan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Ia menilai perusahaan, pemerintah, komunitas, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi.

“Perusahaan memiliki sumber daya dan pengetahuan. Pemerintah memiliki kewenangan dan kebijakan. Masyarakat adalah pelaku perubahan. Ketiganya harus bertemu,” katanya.

Sanksi Bukan Ukuran Keberhasilan

Yusran tidak mempersoalkan penegakan aturan terhadap masyarakat maupun pelaku usaha yang melanggar ketentuan persampahan.

Namun, ia meminta agar sanksi tidak menjadi instrumen pertama sementara edukasi dan fasilitas belum berjalan optimal.

“Ketika edukasi tertinggal dari sanksi, yang tumbuh belum tentu kesadaran. Bisa saja justru kebingungan dan resistensi,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan kebijakan persampahan juga tidak seharusnya diukur dari banyaknya masyarakat yang dikenai sanksi atau banyaknya sampah yang berhasil diangkut.

“Keberhasilan bukan diukur dari banyaknya sanksi, tetapi dari semakin sedikitnya sampah yang berakhir di TPA.”

Menurut dia, indikator yang lebih penting adalah seberapa banyak sampah yang berhasil dicegah, digunakan kembali, dipilah, didaur ulang, dan diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Sementara sampah organik, kata dia, harus semakin banyak diolah di sumber sehingga tidak seluruhnya menjadi beban TPA.

Jangan Tutup Gerbang Sebelum Bangun Sistem

Yusran menegaskan, perubahan sistem pengelolaan sampah merupakan langkah penting. Namun, perubahan tersebut harus dibarengi kesiapan masyarakat dan infrastruktur.

Tags :
Kategori :

Terkait